Gandeng SCH, Dispora Gulirkan Aksi Reka Rasa

  • Whatsapp
POTENSI PEMUDA: SCH Kota Sukabumi saat melakukan pelatihan kriya rajut yang diselenggarakan di Lapang Renyah, Kadulawang RT 4/1, Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu. DOKUMENTASI/RADAR SUKABUMI

SUKABUMI– Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) bersama Sukabumi Creative Hub (SCH) menggulirkan aksi Reka Rasa membangun kampung tematik wisata di tujuh kecamatan. Program tersebut sebagai upaya dan inovasi dalam membangkitkan ekonomi di daerah pada masa pandemi Covid-19.

Manager SCH, Rendi Irlian Kamase mengatakan aksi Reka Rasa ini untuk menggali potensi di setiap wilayah dan meningkatkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) setiap wilayah/kecamatan serta meningkatkan taraf ekonomi kreatif dan pariwisata lokal. Di mana Aksi Reka Rasa merupakan kegiatan pendampingan kampung tematik wisata berbasis kolaborasi antar tenaga ahli bidang pariwisata dan juga komunitas dan organisasi lokal.

“Pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan roda penggerak perekonomian Indonesia termasuk di daerah. Oleh karena itu Disporapar bersama SCH berencana untuk meningkatkan taraf ekonomi kreatif lokal dari sektor pariwisata. Sehingga di awal 2021 menggulirkan Aksi Reka Rasa,” kata Rio sapaan akrab Rendi Irlian Kamase.

Selain itu sektor pariwisata berperan sebagai wadah untuk melestarikan nila-nilai budaya yang berkonsentrasi pada pembangunan, terutama jika dilihat sebagai penggerak ekonomi kreatif. “Dengan konsep artist in residence atau pelaku kreatif yang berbasis urban, aksi ini dilakukan dengan pemaksimalan wilayah-wilayah yang memiliki potensi pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Rendi.

Menurutnya, untuk menjalankan program tersebut pihaknya pun akan melakukan pembinaan guna meningkatkan kualitas SDM di setiap wilayah. “Dengan meningkatkan sumber daya setempat diharapkan dapat membantu mengembangkan ekonomi desa. Konsep kampung wisata menjadi tema yang diangkat oleh tim Aksi Reka Rasa tahun 2020,” tambahnya.

Kampung wisata adalah suatu bentuk penggabungan antara tiga komponen pariwisata (3A), yaitu atraksi, akomodasi, dan amenitas pariwisata. Tim Aksi Reka Rasa ini, terbentuk atas sekelompok mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan.

Dalam kegiatan itu, mereka berhasil membuat Dokumen Perencanaan Kampung Kadulawang, desa yang berada di Kelurahan Cipanengah Kecamatan Lembur Situ Kota Sukabumi. Selain itu, sekelompok Aksi Reka Rasa ini juga membuat Perencanaan Penegembangan Hutan Kota Kibitai.

Tim Aksi Reka Rasa ini kata Rendi, akan hadir kembali di tahun ini di 7 kecamatan dengan konsep-konsep yang lebih menarik. Untuk mendukung terwujudnya konsep pelaku kreatif yang berbasis urban dilakukan pencarian dan pembentukan para pemuda yang tertantang atau lebih dikenal dengan istilah Creative Troops.

Sosialisasi dan pembentukan Creative Troops dimulai pada tanggal 24 Februari–10 Maret 2021. Setelah Creative Troops terbentuk, akan diadakan bentuk pelatihan dan riset lokasi selama satu bulan penuh yaitu 15 – 31 Maret 2021.

Kemudian tahap selanjutnya berupa implementasi yang akan dilaksanakan pada April hingga Juli 2021. Tahap terakhir, hasil dari setiap wilayah akan dipublikasikan melalui pameran yang akan dilaksanakan pada akhir 2021. “Kunci keberhasilan dari program ini adalah kerjasama antara pihak yang terlibat serta penerapan ilmu-ilmu yang dimiliki Creative Troops dengan membawa nilai kebersamaan dan peduli,” pungkasnya. (bam/t)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *