DPUTR Kota Sukabumi Segera Bangun Sumur Serapan

Eris Endriawan
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) pada DPUTR Kota Sukabumi, Eris Endriawan

BAROS – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi, bakal segera merealiasasikan program kolam retensi atau sumur resapan di Terminal Tipe A, Jalan Lingkar Selatan, Kelurahan Sudajaya Hilir, Kecamatan Baros.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) pada DPUTR Kota Sukabumi, Eris Endriawan mengatakan, program ini merupakan salah satu upaya untuk menggualangi banjir yang sering terjadi di kawasan tersebut. “Jadi untuk kolam retensi ini di tahun sebelumnya sudah masuk ke dalam perencanaan, namun kegiatan ini baru akan kita realisasikan tahun sekarang,” kata Eris kepada Radar Sukabumi, Minggu (3/3).

Bacaan Lainnya

Lanjut Eris, adapun anggaran untuk pembangunan kolam retensi itu sebesar Rp5,3 Miliar yang bersumber dari Bantuan Keuangan (Banke) Provinsi Jawa Barat, dan sama sekali menggunakan anggaran dari APBD Kota Sukabumi.

“Tentunya fungsi kolam tersebut, kalau secara teori nanti air itu bisa ditampung, dialirkan dan diserap. Tapi, pada initinnya program ini hanya melanjutkan, karena pada tahun 2023 juga sudah membangun kolam retensi akan tetapi belum maksimal,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, untuk pembuatan kolam itu hanya satu titik saja, dan target kedalamannya hanya lima Meter agar mampu menampung air supaya tidak terjadi genangan yang dapat menyebabkan banjir. Kemudian kolam yang ada sebelumnya kedalamannya dua meter dan itu belum bisa menampung banyak air.

“Tidak hanya itu juga, nanti setelah ada penampungan air tersebut ini bisa dimanfaatkan untuk keperluaan lainnya, seperti penyiraman taman oleh PUTR bisa ngambil disitu airnya dan juga pihak Damkar,” jelasnya.

Eris menambahkan, mengenai program itu sedang dalam peroses dan untuk pelaksanaan pengerjaannya akan dimulai sekitar bulan Mei mendatang.

“Kemudian biasanya kalau program Bankeu itu target pelaksanaanya selama enam atau lima bulan dan harapanya kita lebih cepat lebih bagus. Apalagi kami harus mengantisipasi kendala yang bakal terjadi dilapangan, misalnya cuaca hujan dan juga yang lainya supaya tidak menghambat terhadap pelerjaan,” pungkasnya. (Bam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *