Ia menambahkan bahwa perluasan akses layanan KB tak hanya berpengaruh pada pengendalian populasi, tetapi juga berdampak pada penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta peningkatan kesejahteraan keluarga. Kegiatan yang berlangsung tersebut turut dihadiri berbagai unsur masyarakat, organisasi, dan lembaga terkait yang peduli terhadap isu kependudukan dan kesehatan reproduksi.
DP2KBP3A Kota Sukabumi menegaskan akan terus memperluas jangkauan layanan KB di daerah-daerah yang tergolong tertinggal, dengan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. “Kami yakin, dengan kerja sama yang solid antar-elemen masyarakat, program KB bisa lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkas Dadi.(ndi/d)






