Dinkes Kota Sukabumi Temukan 1.122 Kasus TBC

Dinkes Kota Sukabumi
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinkes Kota Sukabumi, Wahyu Hardiana

SUKABUMI — Kasus penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kota Sukabumi, masih tinggi. Terbukti, dari data yang tercatat Dinas Kesehatan (Dinkes) sepanjang Januari hingga September 2022 terdapat sebanyak 1.122 kasus.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Dinkes Kota Sukabumi Wahyu Hardiana menjelaskan, angka temuan kasus TBC sudah 1.122 kasus dari target sebanyak 1.112 kasus.

Bacaan Lainnya

“Kalau melihat dari data yang ada, temuan kasus TBC pada tahun ini sudah melebihi target,” jelas Wahyu kepada Radar Sukabumi, Rabu (5/10).

Program pengobatan TBC, lanjut Wahyu, sejauh ini pemerintah telah menyediakan obat secara gratis hingga yang pengidap penyakit menular tersebut sembuh.

“Proses pengobatan TBC ini, membutuhkan waktu lama. Yakni, sekitar enam bulan dan selama proses itu pasien harus rutin meminum obat, tidak boleh berhenti. Kalau telat satu hari saja, dapat berisiko resisten obat dan itu akan lebih lama pengobatannya,” paparnya.

Sementara, apabila pasien terus mengalami telat minum obat dapat menimbullan resisten obat sehingga pengobatan hanya ada di RSUD Syamsudin SH dan RS Hasan Sadikin Bandung. Sebab itu, bagi penderita TBC harus rutin minum obat setiap hari selama enam bulan.

“Di Kota Sukabumi ada 16 kasus yang TBC MDR atau tidak mempan obat, sehingga pengobatan harus dilakukan di RSUD Syamsudin SH atau RS Hasan Sadikit sampai dua tahun,” bebernya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *