Koordinasi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, pelaku jasa konstruksi, hingga instansi terkait lainnya. Frendy menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya soal fisik, tetapi juga bagaimana memastikan para pekerja di baliknya mendapatkan hak perlindungan yang layak. “Ketika pekerja merasa aman dan terlindungi, produktivitas akan meningkat. Ini berdampak langsung pada kualitas pembangunan yang kita hasilkan,” jelasnya.
Bappeda Kota Sukabumi optimistis, dengan komitmen bersama dan langkah strategis yang terus diperkuat, target Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dapat tercapai. “Harapannya, seluruh tenaga kerja, khususnya di sektor konstruksi, dapat bekerja dengan lebih tenang tanpa dihantui risiko kerja yang tidak terlindungi,” pungkasnya.(bam/d)






