Anggota DPRD Kota Sukabumi Stop Pengurugan Tanah dari Proyek Perumahan

Urugan-Tanah
Sejumlah personel BPBD Kota Sukabumi saat berupaya memberishkan material tanah longsor di Jalan Lamping, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Rabu (7/9).

SUKABUMI — Urugan tanah di lahan milik salah seorang anggota DPRD Kota Sukabumi, kembali terjadi longsor hingga menutup akses Jalan Lamping, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Rabu (7/9).

Dari informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, longsor terjadi saat daerah tersebut diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi pada Selasa (6/9) malam lalu. Longsor tersebut, kedua kalinya terjadi, bahkan pada kejadian sebelumnya terdapat tiga unit kendaraan yang terjebak dalam lumbur sehingga harus dievakuasi dengan menggunakan mobil derek crane.

Bacaan Lainnya

Menanggapi kejadian tersebut, salah seorang anggota DPRD Kota Sukabumi, Henry Slamet mengungkapkan, urugan tanah berasal dari proyek perumahan yang membuang sebagian tanah galian di lahan miliknya. “Ya, itu urugan tanah dari proyek perumahan yang dibuang di tempat saya. Karena memang lahan di belakang itu belum terpakai. Tapi karena hujan, air cukup deras sehingga tanah terbawa sampai ke akses jalan,” ungkap Henry kepada Radar Sukabumi, Rabu (7/9).

Lanjut Henry, saat ini pengurugan tanah dari proyek perumahan tersebut sudah distop karena dikhawatirkan terjadi longsor. “Seminggu lalu sudah distop, karena saya khawatirnya itu, kalau terlalu banyak nanti longsor,” cetusnya.

Kendati demikian, sambung Henry, pihaknya tidak akan saling menyalahkan sehingga dalam waktu dekat ini bakal dibangunkan tanggul penahan tanah untuk mengantisipasi kejadian serupa. “Saya tidak mau saling menyalahkan ke proyek. Material tanah kemarin juga sudah dibersihkan dan akan segera dibuatkan tanggul penahan tanah untuk mengantisipasi hal serupa,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Imran Wardani menjelaskan, tanah longsor yang mengakibatkan akses Jalan Lamping tertutup ini kedua kalinya terjadi. “Ya, ini kejadian ke dua kalinya karena memang tidak jauh dari lokasi kejadian terdapat pembangunan sehingga urugan tanah terbawa air sampai menutup akses jalan,” jelasnya.

Setelah mendapatkan informasi, BPBD menerjunkan sedikitnya enam personel untuk berupaya membersihkan material tanah sehingga Jalan Lamping bisa kembali dilalui kendaraan. “Ada sekitar enam personel yang berupaya membersihkan tanah dengan ketebalan kurang lebih 20 centimeter,” ucapnya.

Menurutnya, sejauh ini BPBD Kota Sukabumi berupaya koordinasi dengan Polsek dan kelurahan setempat untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan. Mengingat, tiga hari terakhir ini intensitas hujan cukup sedang dan tinggi. “Guna mengantisipasi longsor susulan kami sudah koordinasi dengan pihak Polsek dan kelurahan. Sepertinya, urugan tanah tersebut harus dibuatkan tanggul atau Tembok Penahan Tanah (TPT) agar tidak terjadi hal serupa,” pungkasnya. (bam)

Longsor-Citamiang
Sejumlah kendaraan yang terjebak di lumpur yang menimbun Jalan Lamping, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Selasa (6/9).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.