Aliansi Rakyat Aktivis Sukabumi Raya Minta Menteri Agama Dihukum dan Dipecat

Aliansi Rakyat Aktivis Sukabumi Raya (Arassy)
Aliansi Rakyat Aktivis Sukabumi Raya (Arassy)

CIKOLE— Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aktivis Sukabumi Raya (Arassy) melakukan aksi unjuk rasa di Alun-alum Kota Sukabumi, jalan Ahmad Yani Kecamatan Cikole, Selasa (1/3).

Dalam aksinya itu, Arassy meninta Presiden Indonesia Joko Widodo untuk memecat Menteri Agama Republik Indonesia (Menag), Yakut Cholil Qumas lantaran dianggap melukai umat Islam dengan mengumpamakan Adzan dengan gonggongan anjing.

Bacaan Lainnya

Aksi yang di mulai sejak pukul 10.00 WIB itu berlangsung damai dan mematuhi protokol kesehatan. Aksi diawali dengan pengumandangan adzan lalu diteruskan dengan orasi dari perwakilan berbagai elemen ormas.

Koordinasi aksi, Budy Lesmana mengatakan, aksi ini merupakan aksi seluruh elemen masyarakat khususnya umat Islam yang marah dengan sikap Menag RI atas ucapannya. Di mana Menag sudah mengumpamakan lantunan Adzan dengan suara gonggongan anjing.

“Aksi ini mengecam dan mengutuk keras serta menuntut agar Menteri Agama segera dicopot dari jabatan,”tegas Budi kepada awak media.

Menurut Budi, aksi ini merupakan bentuk kekecewaan, di mana ada umat Islam membenci syariatnya sendiri. “Yang lebih memprihatinkan lagi, orang yang membenci bukan rakyat biasa, tapi orang yang punya jabatan dan punya kewenangan, memegang kewenangan di bidang agama dan ini merupakan perbuatan yang sangat bodoh,” ujarnya

Arassy meminta kepada pemerintah dan aparat penegak hukum agar mengabulkan permintaannya, untuk memecat menteri agama Republik Indonesia dengan melakukan pemecaran dan memperoses hukum.

“Selain menuntut pemecatan menteri agama, Arassy juga meminta peroses hukum yang di lakukan di Polda Riau di peroses secapatnya. Karena jangan sampai didiamkan begitu saja,”tambahnya.

Jika tuntutan Arassy ini tidak digubris oleh pemerintah dan aparat penegak hukum, maka arasi akan mengadakan aksi masa lebih besar lagi dan mungkin akan berjilid-jilid.

“Jika tidak ada kejelasan, dan tidak ada kepuasan untuk masyarakat, uman kita tidak bisa diam. Kita akan berjilid jilid sampai Yakut Cholil Qumas di pecat,”pungkasnya. (Cr1/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *