36 Ibu dan Bayi di Kota Sukabumi Tutup Usia, Januari- November 2022

Kantor Dinkes Kota Sukabumi
Kondisi Kantor Dinkes Kota Sukabumi

SUKABUMI — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, mencatat terhitung Januari hingga November 2022 angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI dan AKB) terdapat sebanyak 36 kasus. Angka itu, masih di bawah kasus pada tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 40 kasus.

Plt Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi, Drg Wita Darmawanti mengatakan, dari jumlah total kasus yang ada rinciannya yakni, 3 AKI dan 33 AKB.

Bacaan Lainnya

“Kalau melihat dati data yang ada, kasus AKB lebih mendominasi apabila dibandingkan kasus AKI yang hanya tiga kasus selama tabun ini,” kata Wita kepada Radar Sukabumi, Kamis (1/12).

Adapun, lanjut Wita, penyenab AKI diantaranya, perdarahan, hipertensi dan eklampsi. Sedangkan, penyebab AKB yakni, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Asfiksi, Kongenital, Covid-19, Diare, Pneumoni, Jantung dan penyabab lainnya.

“Penyebabnya ada yang meninggal karena pendarahan dan ada juga terkait dengan Covid-19,” ucapnya.

Guna menekan kasus ini, para ibu harus mendapatkan banyak pemahaman seputar menjaga kehamilan dan mengasup banyak nutrisi setiap tahapan kehamilan trimester pertama, kedua dan ketiga. Lantaran, banyak ibu hamil mengalami anemia dan berpotensi mengalami perdarahan saat melahirkan.

“Karena itu, kami terus melakukan upaya untuk menekan AKI dan AKB dengan menggencarkan program rutin salah satunya audit kematian ibu hamil dan bayi. Tak hanya itu, kami juga berupaya memperbaiki sistem layanan karena yang namanya kematian ibu dan bayi itu terkait dengan pelayanan kesehatan sebab itu terus diperbaiki,” paparnya.

Wita menambahkan, perlu ditelusuri bagaimana pola makan ibu hamil, karena masalah gizi bukan hanya faktor ekonomi tapi masalah ketidaktahuan. “Karena itu, kami sering melakukan sosialisasi terkait AKI dan AKB ini agar para ibu hamil dapat memahami bagai mana cara menjaga kehamilan dengan baik,” pungkasnya. (bam)

Pos terkait