“Kami selalu mengingatkan kepada anggota, tim penyelamat di setiap pos agar tetap memberikan imbauan kepada wisatawan yang datang untuk tetap waspada. Apalagi jika kondisi cuaca sedang kurang baik,” paparnya.
Di sisi lain, menjelang bulan suci ramadan pihaknya juga meningkatkan kewaspadaan membludak pengunjung, karena adanya tradisi papajar (tradisi masyarakat sunda muslim menghadapi puasa).
“Biasanya kalau sebelum bulan puasa ada kegiatan papajar atau munggahan. Pada umumnya ada dua kegiatan, pertama pergi ke tempat wisata dan kedua makan-makan, baik bersama keluarga maupun tetangga. Nah, biasanya dua atau semiggu ke puasa ramai pengunjung, makanya kami terus bersiaga,” tandasnya. (ris/d)






