Menanggapi kasus yang sempat menjadi sorotan publik, Andreas memastikan bahwa bidan dan tenaga medis setempat telah memberikan layanan, meski sempat terjadi miskomunikasi.
“Alhamdulillah, sebenarnya sudah ditangani. Ke depan kita pastikan lebih sigap dan cepat tanggap,” katanya.
Ia berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh jajaran pemerintahan, dari tingkat desa hingga kabupaten, untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat respons terhadap kebutuhan masyarakat.
“Yang terpenting adalah tidak ada lagi warga yang terabaikan. Semua pihak harus bersinergi agar pelayanan dasar berjalan dengan baik,” pungkasnya.(den/d)




