Akhsan berharap intervensi dari Dinas Perkim dapat segera terealisasi agar Etin memiliki tempat tinggal yang layak dan manusiawi. “Kami akan terus mengawal proses ini agar Etin bisa kembali hidup dengan lebih baik,” tegasnya.
Etin diketahui mengalami depresi pasca perceraian dan memilih tinggal di kandang kambing karena rumah ibunya nyaris roboh dan tidak layak huni. Pemerintah daerah memastikan kasus ini masuk dalam prioritas program RTLH dan akan segera ditangani. (ndi/d)






