Kepala SPPG Alfatih, Kusoyudin, menjelaskan dapur kini melayani 2.800 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sesuai aturan Badan Gizi Nasional yang membatasi kapasitas maksimal 3.000 sasaran per dapur. Ia menambahkan, sekitar 50 persen dapur di Cibadak sudah memasang IPAL otomatis, sementara sisanya dalam proses operasional.
Inovasi IPAL otomatis di SPPG Alfatih diharapkan menjadi pilot project bagi dapur pemenuhan gizi lainnya di Sukabumi. Sidak yang berlangsung hingga tengah malam itu menegaskan transformasi program MBG menuju sistem yang lebih profesional, higienis, dan ramah lingkungan.(den/d)





