Tawuran di Cisaat Sukabumi Pemuda Kadupugur Tewas, Tim Forensik Ungkap Penyebab Kematiannya

Forensik RSUD Syamsudin
Jasad pemuda berinisial M (20) asal Kadupugur saat dievakuasi usai diautopsi di RSUD R Syamsudin Kota Sukabumi.

SUKABUMI – Seorang pemuda berinisial M (20) asal warga Kampung Kadupugur, RT 12/RW 04, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, yang tewas setelah terlibat aksi tawuran di Jalan Raya Cisaat, Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (29/11) sekira pukul 24.00 WIB, karena mengalami luka bacok pada bagian leher sebelah kirinya.

Hal demikian, disampaikan Dokter Spesialis Forensik RSUD Syamsudin dr. Nurul Aida Fathia. Bahwa menurutnya, berdasarkan hasil autopsi ia mengaku telah menemukan luka akibat kekerasan senjata tajam  dan beberapa luka benda tumpul pada jasad korban.

Bacaan Lainnya

“Kalau luka akibat benda senjata tajam itu, ada di bagian leher kepala. Sementara, kalau luka akibat benda tumpul ada di beberapa bagian tungkai,” kata Dr. Nurul Aida pada Jumat (01/12).

Pihaknya juga memastikan, bahwa kematian korban ini disinyalir karena mengalami kehabisan darah, setelah mengalami luka bacok pada bagian leher kirinya. Terlebih lagi, pada saat dilakukan autopsi semua organ pada jasad korban, kondisinya sudah pucat. Hal tersebut, dimungkinkan karena kehabisan darah.

“Jadi, luka terbuka yang dialami korban akibat senjata tajam itu, memang luka cukup dalam hingga tembus pada bagian pembuluh darah yang mengakibatkan korban kehabisan darah hingga akhirnya meninggal dunia,” tandasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, korban telah menghembuskan nafas terkahirnya setelah mendapatkan penanganan medis di ruang Instalasi Gawat Darutat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin Kota Sukabumi pada Kamis (30/11) malam.

“Korban sebelum dibawa ke sini, sempat dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, karena bisa ditangani, akhirnya dievakuasi ke RSUD R Syamsudin Kota Sukabumi,” timpalnya.

Saat tiba di IGD RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, korban sempat mendapatkan pertolongan pertama. Namun, karena mengalami pendarahan hebat akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia. “Sekarang jasad korban sudah dibawa oleh pihak keluarganya untuk dilakukan pemulasaran atau dimakamkan di TPU yang mungkin tidak jauh dengan rumah duka,” pungkasnya. (Den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *