KABUPATEN SUKABUMI

Sukabumi Butuh Rp2,2 Triliun untuk Capai Target 90 Persen Jalan Mantap

×

Sukabumi Butuh Rp2,2 Triliun untuk Capai Target 90 Persen Jalan Mantap

Sebarkan artikel ini
DIWAWANCARAI : Kadis PU Kabupaten Sukabumi, Dede Rukaya, saat diwawancarai di Gedung Negara Pendopo Sukabumo, tepatnya di ruas Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.
DIWAWANCARAI : Kadis PU Kabupaten Sukabumi, Dede Rukaya, saat diwawancarai di Gedung Negara Pendopo Sukabumo, tepatnya di ruas Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

SUKABUMI — Pemerintah Kabupaten Sukabumi menargetkan kemantapan jalan mencapai 90 persen dalam lima tahun ke depan. Namun, untuk mewujudkan ambisi tersebut, dibutuhkan anggaran fantastis sebesar Rp2,2 triliun. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Dede Rukaya, saat diwawancarai di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jumat (29/8).

Menurut Dede, saat ini kondisi jalan mantap di Kabupaten Sukabumi baru mencapai sekitar 61 persen. Dari total panjang jalan kabupaten, sebanyak 555,65 kilometer atau 39,02 persen masih dalam kondisi rusak dan belum tertangani. “Target kita lima tahun ke depan bisa tembus 90 persen. Tapi untuk itu, kita butuh dana besar, sekitar Rp2,2 triliun,” ujarnya.

Bank bjb Tandamata

Berdasarkan perhitungan teknis, biaya pembangunan atau perbaikan jalan di Sukabumi mencapai Rp4 miliar per kilometer. Jika dirata-rata, kebutuhan anggaran per tahun mencapai Rp550 miliar, terdiri dari Rp444,52 miliar untuk pembangunan dan Rp100 miliar untuk pemeliharaan jalan yang sudah baik.

Namun, kondisi keuangan daerah saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Tahun ini, anggaran yang tersedia hanya sekitar Rp160 miliar dari perubahan APBD, jauh dari angka ideal. “Kalau hanya mengandalkan APBD, mustahil target bisa tercapai,” kata Dede.

Untuk mengatasi keterbatasan fiskal, Dinas PU aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat melalui balai teknis. Dede menyebut, sudah ada sinyal alokasi anggaran dari pusat untuk tahun 2025–2026. “Ini sangat membantu, meski belum menutup seluruh kebutuhan,” tambahnya.