Soal Dentuman Gunung Anak Krakatau, Simak Kata Pakar

SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Pakar tsunami Widjo Kongko memberikan tanggapan ilmiahnya tentang erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Jumat (10/4/2020) malam kemarin. Menurut analisanya, dalam kurun waktu yang cukup berdekatan terjadi peningkatan aktivitas Lindu di selatan pulau Jawa.

“Dan ada juga aktivitas vulkanik atau erupsi GUnung Merapi di Jateng DIY dan kini Gunung Anak Krakatau yang meningkat. Ada fenomena gelembung-gelembung di Selat Sunda sekitar gunung Anak Kratau dan fenomena alam yang lain,” kata Widjo kepada Radarsukabumi.com, Sabtu (11/4/2020).

Bacaan Lainnya

Peneliti pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ini menjelaskan, dirinya belum dapat memastikan adanya keterkaitan kasus erupsi yang dipaparkan. Namun secara hipotesis, dia mengaku masih harus dibuktikan bahwa semuanya saling terkait.

Lantas, bagaimana dengan fenomena suara dentuman yang viral?

“Ada sesuatu yang besar terus bergerak di zona megathrust dan memberikan tekanan besar ke dapur-dapur magma dan melewati ke rongga-rongganya dan sebagian keluar manifestasi di erupsi gelembung di atas. Tapi juga magma ini melewati mengisi menekan rongganya di bawah sana dan menimbulkan suara serta lindu-lindu kecil,” paparnya.

Diperjelas lagi oleh Widjo, bahwa hipotesis atau spekulasinya tersebut berpotensi memiliki kaitan dengan aktivitas megathrust. Hipotesis lain yang lebih lokal terkait dengan aktivitas sesar-sesar lokal seperti sesar Baribis dan Empiris terjadi sebelum dan setelah gempa Jogja pada 2006 di Gunung Kidul, Bantul.

“Waktu itu juga terdengar dentuman-dentuman seperti itu. Semua hipotesa ini harus dibuktikan melalui kajian lanjut,” ujarnya.

“Meskipun ini bisa jadi petunjuk supaya kita lebih waspada, tetapi terlalu dini menyimpulkan secara lebih pasti dari suata mega sistem yang prosesnya kompleks. Bahwa ini semua adalah pertanda akan lepasnya energi besar di zona Megathrust selatan Jawa itu menjadi sebuah mega Lindu-Smong,” tuntasnya. (izo/rs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *