KABUPATEN SUKABUMI

Siapkan ‘Kader’ Energi Bersih, DMCG Kenalkan Potensi Panas Bumi di Pelosok Sukabumi

×

Siapkan ‘Kader’ Energi Bersih, DMCG Kenalkan Potensi Panas Bumi di Pelosok Sukabumi

Sebarkan artikel ini
EDUKASI: Sejumlah pelajar dibekali pemahaman mendalam mengenai pemanfaatan panas bumi (geothermal) sebagai sumber listrik yang berkelanjutan, rendah emisi, dan tersedia sepanjang waktu oleh tim DMCG, belum lama ini. FOTO: ISTIMEWA

SUKABUMI – Sebanyak 100 pelajar di Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, kini mulai mengenal potensi “emas hijau” yang ada di wilayah mereka.

Melalui rangkaian program edukasi yang digelar PT Daya Mas Cisolok Geothermal (DMCG), generasi muda ini dipersiapkan menjadi kader energi bersih yang sadar akan pentingnya keberlanjutan lingkungan.

Bank bjb Tandamata

Kegiatan sosialisasi ini menyasar dua sekolah, yakni MTS Ash-Shobariyah pada Kamis (16/04) dan SMP Negeri 3 Satu Atap pada Selasa (21/04).

Selama kegiatan, para siswa dibekali pemahaman mendalam mengenai pemanfaatan panas bumi (geothermal) sebagai sumber listrik yang berkelanjutan, rendah emisi, dan tersedia sepanjang waktu.

Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) DMCG, Doni Masditok, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan investasi jangka panjang untuk pemerataan informasi.

Ia menegaskan, akses pengetahuan mengenai teknologi energi terbarukan tidak boleh hanya dinikmati pelajar di kota besar, melainkan harus menjangkau hingga pelosok desa, terutama di wilayah operasional perusahaan.

“Kami ingin anak-anak di wilayah operasional memiliki peluang karier yang luas. Dengan membuka cakrawala mereka sejak bangku sekolah, mereka bisa melihat peluang nyata untuk berkontribusi bagi negeri dalam industri energi terbarukan,” ujar Doni.

FOTO BERSAMA: Tim DMCG foto bersama dengan puluhan pelajar, belum lama ini. FOTO: ISTIMEWA

Saat ini, DMCG tengah mengembangkan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Cisolok-Cisukarame dengan target kapasitas mencapai 45 MW.

Kehadiran proyek ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga tumbuh berdampingan dengan kesejahteraan masyarakat Sukabumi melalui program edukasi dan pemberdayaan.

Dalam sesi edukasi, para siswa diajak memahami proses produksi listrik dari uap alami secara sederhana.

Berbeda dengan energi fosil, panas bumi merupakan energi ramah lingkungan dengan emisi karbon yang sangat rendah dan tidak bergantung pada kondisi cuaca.

Sosialisasi ini disambut hangat oleh para siswa. Agung, salah satu siswa SMPN 3 Satu Atap, mengaku mendapatkan pandangan baru mengenai lingkungan dan teknologi.

“Saya jadi tahu kalau kita bisa punya listrik tanpa merusak lingkungan. Semoga nanti saya bisa menjadi bagian dari industri ini,” ungkap Agung dengan antusias.

Melalui langkah ini, DMCG berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif, memastikan bahwa pengembangan energi panas bumi di Sukabumi berjalan selaras dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat lokal. (why)