Rumah Uus Jampangtengah Terbakar Bersama Motornya, Penyebabnya dari Ini

  • Whatsapp
DIPADAMKAN : Warga dan petugas saat berupaya memadamkan api yang membakar Uus di Kampung Manjul, RT 02/06, Desa/Kecamatan Gegerbitung, Senin (25/01/2021).

JAMPANGTENGAH — Lag-lagi, peristiwa kebakaran kembali terjadi. Kali ini, bangunan rumah milik Uus warga Kampung Manjul, RT (02/06) Desa/Kecamatan Jampangtengah, hangus terbakar setelah dilalap si jago merah, Senin (25/01/2021).

Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Anita Larasati mengatakan, bencana kebakaran yang terjadi sekira pukul 06.45 WIB ini, api diduga berasal dari korsleting listrik.

Bacaan Lainnya

“Kuat dugaan api yang membakar rumah milik Pak Uus itu, apinya berasal dari korsleting listrik. Sebab, berdasarkan asessment Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), api pertama kali terlihat oleh warga yang merupakan tetangga korban diketahui bernama Hamidah (23). Saat itu, tetangganya melihat api tengah menyala dibagian atap rumah korban,” jelas Anita kepada Radar Sukabumi, Senin (25/01/2021).

Setelah melihat kejadian tersebut, sambung Anita, warga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pemerintah setempat. Tidak lama setelah itu, petugas gabungan langsung mendatangi ke lokasi kejadian untuk membantu memadamkan api. “Setiba petugas di lokasi kejadian, kondisi api sudah membesar. Sewaktu kejadian kebakaran, pemilik rumah tengah berada di luar,” ujarnya.

Meski tidak ada korban jiwa, namun akibat kejadian tersebut pemilik rumah mengalami kerugian materil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Sebab, api selain membakar bangunan rumah juga telah membakar seluruh isi bangunan rumah korban. “Hasil inventarisir sementara, bangunan unit rumah permanen kerugian sekitar Rp42 juta, satu unit sepeda motor smanh dan dua unit televisi Rp8 juta serta uang tunai Rp10.700.000,” paparnya.

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *