Ribuan Guru Honorer Sukabumi Diangkat PPPK, Kadisdik Harapkan Hal Ini

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten sukabumi M. Solihin
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten sukabumi M. Solihin

PALABUHANRATU, RADAR SUKABUMI – Dengan adanya pengangkatan guru honor menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi M. Solihin berharap kualitas pendidikan lebih baik kedepan.

Hal itu, diungkapkan M. Solihin kepada Radarsukabumi setelah kemarin mengikuti apel penyerahan petikan Surat Keputusan (SK) PPPK guru oleh Bupati Sukabumi Marwan Hamami di lapang Cangehgar, Kecamatan Palabuhanratu.

Bacaan Lainnya

“Mudah mudahan dengan nilai tambah ini bisa membuat kualitas pendidikan kabupaten Sukabumi lebih baik lagi,” kata Solihin.

Dijelaskan Solihin dengan adanya pengangkatan dan pembagian SK bupati tentang P3K guru sebanyak 1.742 orang menurutnya akan menambah energi baru bagi Kabupaten Sukabumi untuk menambal kekosongan guru di semua jenjang.

“Seperti guru SD, SMP dengan adanya pengangkatan P3K ini akan menambah energi baru,” jelasnya.

Masih kata Solihin, P3K merupakan guru yang sudah lama honor, dengan adanya status baru tersebut sebagai melegalisasi dari statusnya honornya menjadi pegawai kontrak kerja.

“Yang membedakan ketika dia memilih formasi, banyak yang hari ini tidak di formasi satuan kerangkanya, sehingga Alhamdulillah bisa mengisi formasi yang kemarin kekurangan,” terangnya.

“P3K ini unik, ASN yang tidak dibatasi usia, kalau CPNS kan 35 tahun kebawah, kalau ini kan ada yang usia 58 tahun, artinya dia pengabdiannya dua tahun lagi P3K nya, kan sampai 60 tahun,” sambungnya.

Tidak hanya itu, lanjut M. Solihin yang menjadi tambahan plus dari P3K tersebut yakni dari sisi kesejahteraan, yang sebelumnya mendapat upah dari dana BOS beberapa ratus, sekarang dimungkinkan bertambah menjadi beberapa juta

“Itu yang menjadi nilai tambah bagi teman-teman P3K ini. Mudah mudahan dengan nilai tambah ini bisa membuat kualitas pendidikan kabupaten Sukabumi lebih baik lagi,” terangnya.

“Kita rasakan hampir kekurangan guru itu diatas 8.000-an, sekarang ada pengurangan 1.742, kemarin tahun 2020 pengurangan 568, berarti sudah posisi 2.000-an, berarti sisanya tinggal 4ribuan lagi hari ini statusnya masih honor,” tandasnya. (Cr2)

Pos terkait