Ribuan Anggota TNI dan Polri Siap Amankan Pilkada Kabupaten Sukabumi

  • Whatsapp
Petugas gabungan tampak sigap untuk mengamankan Pilkada Kabupaten Sukabumi 2020

SUKABUMI — Untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat secara umum, Polres Sukabumi dan TNI berencana akan menerjunkan ribuan personel untuk mengamankan perhelatan pesta demokrasi Pilkada Kabupaten Sukabumi yang rencananya akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020 nanti.

Kapolres Sukabumi AKBP M Lukman Syarif mengatakan, sekitar 4.700 personil gabungan dari TNI dan Polri akan dikerahkan untuk mengamankan Pilkada 2020. “Kita akan mengerahkan anggota Polri dan TNI kurang lebih 4.700 personil,” kata Lukman kepada Radar Sukabumi, Minggu (13/9).

Bacaan Lainnya

Selain menciptakan rasa aman dan nyaman, sambung Syarif, Polri dan TNI juga akan mengedepankan soal protokoler kesehatan. Ini dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya Polri dan TNI agar perhelatan pesta demokrasi pada masa pandemi virus corona atau Covid 19, berjalan sesuai harapan.

“Iya, jangan sampai usai melaksanakan Pilkada, kasus penyebaran Covid 19 di Sukabumi meningkat. Makanya, kita akan terus mengingatkan soal protokoler kesehatan,” bebernya.

Untuk itu, pihaknya akan lebih mengedepankan penerapan protokol kesehatan. Hal itu dilakukan untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 yang saat ini masih mewabah.

“Yang jelas pada Pilkada sekarang ada perbedaan dari Pilkada sebelumnya. Makanya di tahapan-tahapan Pilkada 2020 ini yang dikedepankan adalah protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19,” timpalnya.

Pihaknya mencontohkan, pada saat melakukan rapat umum, dirinya menyarankan agar di batasi jumlah pengunjungnya.

“Iya, pada saat kemarin pendaftaran yang ada di dalam ruangan kita batasi jumlah orangnya dengan menjaga jarak, dengan melaksanakan protokol kesehatan dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Arm Suyikno mengimbau kepada seluruh warga Kabupaten Sukabumi untuk tidak mudah terprovokasi dengan informasi atau berita yang belum tentu jelas perihal kebenarannya.

“Saya berharap kerjasamanya, agar masyarakat tidak ikut-ikutan menyebar berita bohong, tetapi mengkonfirmasi terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut ke instansi terkait,” katanya.

Apabila ada berita tidak jelas, maka ia menyarankan agar jangan malah ikut menyebarkannya dan lebih baik menyaring setiap informasi yang diterima. “Kami bersama Polri akan berupaya maksimal agar perhelatan Pilkada dapat berjalan aman, jujur dan adil serta sesuai harapan,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *