Ratusan Petugas Desa ‘Disuntik’ Pendidikan Keluarga

SUKABUMI— Ratusan petugas desa di Kabupaten Sukabumi, mengikuti sosialisasi pendidikan keluarga pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) di Gedung PKK Pendopo Sukabumi, kemarin (5/10). Sosialisasi yang dibuka secara resmi oleh Bupati Sukabumi, Marwan Hamami ini, untuk menyelesaikan persoalan kondisi gagal tumbuh yang dipengaruhi oleh kekurangan gizi akut.

“Masalah gizi merupakan masalah yang kompleks, tidak semata-mata karena kurangnya asupan makanan. Di Indonesia, banyak faktor yang menjadi penyebab masalah gizi, baik secara langsung maupun tidak langsun,” jelas Marwan dalam sambutannya, kemarin (5/10).

Bacaan Lainnya

Untuk itu, pendidikan keluarga 1.000 HPK perlu dipahami oleh seluruh stakehoalder. Sebab itu, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi yang bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan pendidikan masyarakat menyelenggarakan sosialisasi pendidikan tersebut.

“Saya mengajak kepada semua pihak untuk bekerjasama dalam mendukung terwujudnya gizi seimbang menuju bangsa sehat berprestasi dan percepatan perbaikan gizi 1000 HPK,” bebernya.

Menurutnya, persoalan gizi secara langsung dapat dipengaruhi oleh faktor konsumsi makanan dan penyakit infeksi. Keduanya merupakan faktor yang saling mempengaruhi.

“Sementara, penyebab tidak langsungnya adalah ketersediaan dan pola konsumsi rumah tangga, kesehatan lingkungan dan pola asuh. Semoga dengan upaya yang maksimal salah satunya melalui pendekatan keluarga diharapkan dapat mampu mencapai hasil yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, masa 1000 HPK merupakan awal sebuah proses tumbuh kembang seorang anak. “Untuk itu, peranan orangtua sangat penting untuk memberikan perawatan dan pengasuhan yang berkualitas terhadap anaknya,” pungkasnya.

 

(den/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.