KABUPATEN SUKABUMI

Ratusan Pengolah Merkuri ‘Tobat’

×

Ratusan Pengolah Merkuri ‘Tobat’

Sebarkan artikel ini

Bahan baku merkuri, lanjut Lukman, didatangkan dari Ambon yang dibawa oleh seorang pemodal dari Jakarta. Setiap bulannya, tidak kurang delapan kwintal batu sinabar diolah oleh satu pengolah. “Kami di sini hanya mengolah saja, untuk pemasarannya tidak tahu. Dari satu kilo batu sinabar yang diolah kami mendapat jatah Rp15 ribu,” sebutnya.

Lukman yang sudah melakukan aktivitas membahayakan itu sejak 2015 silam, mengaku tidak mengetahui adanya larangan dari pemrintah. “Awalnya saya tidak tahu, setelah ini saya tidak bisa berbuat banyak, apalagi barang yang diolah ini membahayakan bagi kesehatan dan lingkungan,” ungkapnya.

Bank bjb Tandamata

Dirinya berharap, pasca penertiban ini pemerintah juga memberikan solusi kepada masyarakat yang sudah tidak melakukan pengolahan. “Dalam satu lokasi pengolahan, karyawan yang terlibat tidak kurang dari sepuluh orang. Jika satu kecamatan saja ada 30 pengolah, mungkin ribuan warga terdampak penertiban diempat kecamatan ini. Kami berharap pemerintah juga memberikan solusi, kami tidak mau hanya nunggu istri pulang dari pabrik,” imbuhnya singkat. (cr15/t)