Puluhan Siswa SMPN 4 Cibitung Sukabumi Gunakan Perahu Rusak Saat Berangkat Sekolah

digunakan sejumlah siswa SMP Negeri 4 Cibitung Sukabumi
MEMBUTUHKAN BANTUAN : Kondisi perahu yang digunakan sejumlah siswa SMP Negeri 4 Cibitung Sukabumi untuk melintasi sungai Cikaso saat pergi ke sekolah.

SUKABUMI — Nasib memilukan menimpa belasan siswa dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi. Bagiamana tidak, untuk pergi ke sekolahnya mereka harus rela menyebrangi sungai Cikaso dengan menggunakan perahu rusak. Aksi siswa tersebut, sempat viral dimedia sosial setelah salah seorang siswa SMP Negeri 4 Cibitung yang hendak berangkat sekolah mengupload video mereka yang tengah berjibaku mendayung perahu yang mogok akibat mesin perahunya rusak dengan durasi 17 detik.

Plt Kepala Sekolah SMPN 4 Cibitung, Karmiati mengatakan, kejadian para siswa dari SMP Negeri 4 Cibitung yang mendayung perahu untuk berangkat ke sekolah tersebut, bukan kali pertama. Namun, hampir setiap hari mereka harus rela mendayung perahu rusak demi mendapatkan pendidikan di SMP Negeri 4 Cibitung.

Bacaan Lainnya

Ini terjadi karena mesin perahunya rusak. “Disini itu, sebenarnya ada dua perahu yang berasal dari sumbangan pihak swasta yang diberikan pada tahun 2019. Namun, kedua perahu itu kini sering mengalami kerusakan pada bagian mesinnya,” kata Karmiati pada Rabu (02/11).

Pihak sekolah sudah berulang kali melaporkan kondisi tersebut ke Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. Namun, hingga saat ini belum mendapatkan respon yang jelas. Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah dapat segera meninjau ke lokasi sekolah dan memberikan bantuan perahu agar para siswa dapat nyaman saat berangkat dan pulang dari sekolahnya.

Terlebih lagi, jika pihak sekolah menginisiasi membeli perahu untuk menunjang pemberangkatan siswa ke sekolah menggunakan dana dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pihaknya mengaku tidak memungkinkan. Lantaran, dana BOS di sekolah tersebut nilainya tidak sebanding dengan harga jual perahu.

“Iya, satu perahu itu nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Makanya, tidak akan mungkin jika kita membeli perahu menggunakan dana BOS. Karena dana BOS yang diterima pihak sekolah nilainya tidak besar,” paparnya.

Untuk itu, saat ini dirinya mengaku sangat dilema. Karena, tidak bisa membelikan perahu untuk menunjang kebutuhan para siswa saat hendak berangkat dan pulang sekolah. Padahal, dirinya menilai kebutuhan akan perahu sangat penting dan mendesak untuk dipergunakan para siswa SMP Negeri 4 Cibitung.

“Jumlah total siswa SMPN Cibitung itu, ada 41 orang. Pada satu perahu itu bisa muat untuk 15 orang dan hampir semua menggunakan perahu baik siswa maupun guru. Sebenarnya, kami sudah mengupayakan dengan memperbaiki perahu rusak itu. Namun tidak bertahan lama. Iya, setelah kita perbaiki paling kuat sehari atau dua hari perahu dapat berjalan normal. Nah, kesananya pasti rusak dan mogok lagi. Makanya, para siswa terpaksa mendayung perahu itu demi berangkat ke sekolah,” timpalnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *