“Setelah jalannya baik, tiba-tiba datang perusahaan dan berencana akan melakukan pertambangan disini, tanpa melakukan sosialisasi kepada warga. Otomatis warga marah, karena mereka takut dapat merusak lingkungan,” paparnya.
Sementara itu, Kapolsek Curugkembar, Ipda Sumarno membenarkan soal protes warga dari dua kecamatan tersebut mengenai rencana beroperasinya PT Bintonit Sagara Inten. “Perusahaan ini, belum beroperasi.
Namun, saat akan melakukan sosialisasi pertambangannya, warga spontan melakukan protes. Waktu itu, ada sekitar 70 warga datang ke Kantor Kecamatan Curugkembar.
Mereka memprotes perusahaan, karena takut jika perusahaan itu beroperasi dapat merusak jalan raya,” katanya.”Karena, perjuangan warga saat ingin menikmati Jalan Raya Sagaranten -Curugkembar cukup lama sekali.
Karena sebelumnya jalan itu kondisinya rusak parah. Namun, setelah diperbaiki datang perusahaan yang akan beroperasi di wilayah ini,” imbuhnya.
Dirinya menambahkan, saat Muspika Curugkembar memfasilitasi warga dengan pihak perusahaan untuk melakukan medasi mengenai persoalan tersebut, warga tetap bersikeras menokak perusahaan itu, beroperasi.



