Ponpes Darussyifa Al-Fithroh Bagikan 19 Ribu Bungkus Daging Kurban

PEMOTONGAN: Sesepuh ponpes Terpadu Darussyifa Al-Fithroh Dr Kh Es Mubarok Msc MM Saat akan memotong hewan kurban.

RADAR SUKABUMI SUKABUMI— Sebagai mujud kepedulian kepada masyarakat dan lingkungan, Pondok Pesantren (ponpes) Terpadu Darussyifa Al-Fithroh Perguruan islami Yaspida membagikan 19 ribu bungkus lebih daging kurban kepada masyarakat yang ada di beberapa desa di Dua Kecamatan yang ada di Kabupaten Sukabumi. Ponpes yang berdiri 04 Juni tahun 1999 dengan lahan seluas 76 Ha. dan total 330 tenaga pendidik dan kependidikan rutin tiap tahunnya mengadakan kurban.

Sesepuh ponpes Terpadu Darussyifa Al-Fithroh Dr Kh Es Mubarok Msc MM mengatakan, kegiatan kurban diinisiasi dari para santri dan agnia yang mempercayakan kepada ponpes. Ada 34 Sapi dan kambing yang dipotong langsung di lingkungan ponpes. “Ini salah satu bentuk kepedulian kami kepada masyarakat dan lingkungan, insya allah dengan berkurban kali ini bisa berdampak kepada masyarakat banyak, “jelasnya.

Bacaan Lainnya
ANTUSIAS: Sejumlah masyarakat terlihat atusias menerima daging hewan kurban.

Melihat antusias dari pada masyarakat yang datang ke ponpes yang belokasi di Jalan Parungseah No 43 Km 4 Desa Cipetir Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi ini, membuat kenyakinan bahwa dengan keberadaan ponpes ini membawa kebaikan. Dalam melakukan penyembelihan Ponpes dibantu para santri dan alumni agar prosesnya sesuai dengan aturan agama dan pemerintah. “Saya Berharap qurban ini bisa bermamfaat dan tahun berikutnya bisa lebih banyak lagi, “terangnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, untuk jumlah panitia sendiri sekitar 120 orang, dan kepanitiaan ini sudah terlatih dan terbiasa dalam melakukan penyembelihan. Hingga prosesnya berjalan terstuktur dan sistematis. Sementara untuk penyaluran daging kurbanya meliputi dua kecamatan dan beberapa desa, diantaranya Desa Cipetir, Sukamaju, Undrus Binangun, Parungseah, Sukabumi, Sukaresmi dan Desa di Sekitar Pesantren.

“Desa di dua Kecamatan Tersebut merupakan desa binaan ponpes, “jelasnya.

Sementara itu, Salah seorang Santri asal Bogor Debi Fitriani Fazriah, mengatakan dengan ikut berkurban di Ponpes berprestasi dan berkarakter Islami, ini dirinya merasa senang, bahkan saking senangnya, rasa rindu kepada orang tua terwakilkan dengan kemerihaan kurban kali ini. Santriwati yang belajar sejak SMP ini mengaku jarang pulang, namun rasa indahnya kebersamaan bersama teman-teman sangat tergantikan. “Ditempat manapun, merakayakan Idul Adha yang penting perayaan Idul Adha berjalan Hidmat dan penuh kegembiraan, “tukasnya. (die)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan