PNM Tanam 6.000 Pohon Mangrove di Geopark Ciletuh Sukabumi

Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri didampingi Anggota DPRD Jabar H.A. Sopyan serta Kepala Divisi JMK PT PMN Kantor Pusat Mira Damayanti Hardjono dan Pemimpin Cabang PT PNM Cabang Sukabumi Mohammad Resya Apriansyah saat melakukan penanaman 6.000 pohon mangrove di Geopark Ciletuh, Sukabumi, Selasa (4/10).

SUKABUMI, RADAR SUKABUMI – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melaksanakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) berupa penanaman 6.000 pohon mangrove di kawasan Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGp), tepatnya di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (4/10). Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri, Kepala Divisi JMK PT PMN Kantor Pusat Mira Damayanti Hardjono, Pemimpin Cabang PT PNM Cabang Sukabumi Mohammad Resya Apriansyah dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H.A. Sopyan BHM.

Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri mengucapkan terima kasih kepada PT PNM yang sudah menjadi mitra kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Kontribusi PNM kepada Kabupaten Sukabumi, kata Iyos, sudah baik. Salah satunya program TJSL yang dilakukan berupa penanaman 6.000 pohon mangrove di kawasan Geopark Ciletuh.

“Tadi juga sudah dilakukan penandatangan kerjasama antara pihak PNM dengan pengurus Geopark kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon mangrove 6.000 pohon. Alhamdulillah sudah dilakukan,” kata Iyos kepada Radar Sukabumi.

Iyos pun berharap, pohon mangrove yang telah dapat menjadi penguat biodiversity di kawasan Geopark Ciletuh. Hal lainnya, wabup juga berharap PNM dapat turut membantu pengembangan sektor UMKM di Kabupaten Sukabumi.

“Kami juga akan mengembangkan ekonomi masyarakat terkait dengan permodalan, kerjasama, pembinaan dan pelatihan dan sebagainya oleh PNM. Sehingga PNM bisa berjalan dengan baik sebagai program kerjanya. Kemudian sebagai TJSL PNM akan ikut mengendorse kawasan Ciletuh Palabuhanratu lebih menguatkan infrastruktur yang ada di kawasan Geopark Ciletuh,” harap Iyos.

Proses penandatanganan kerja sama antara PT PNM dengan pengurus Geopark Ciletuh yang disaksikan Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri

Diwawancarai terpisah, Kepala Divisi JMK PT PMN Kantor Pusat Mira Damayanti Hardjono mengatakan, 6.000 pohon mangrove yang ditanam merupakan spesies avicenna alba alias api-api hitam. Mira mengungkapkan, di tahun ini pihaknya berkomitmen menanam 70.000 pohon mangrove.

“Hari ini (kemarin,red.) adalah hari terakhir program penanaman 70.000 pohon mangrove secara nasional. Jadi selesai di Sukabumi, dengan penanaman 6.000 pohon. Meski sudah selesai, kami berharap semoga menjadi program berkelanjutan,” kata Mira.

Mira menegaskan, PNM juga dapat hadir dan berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan. Sebab isu besar saat ini adalah perubahan iklim yang berpotensi terhadap kerusakan lingkungan. Sehingga dengan program TJSL seperti ini dapat mengurangi dampak atau resiko tersebut.

“Yang pasti dengan dukungan dari semua pihak, baik dari perangkat desa, pemerintah daerah, termasuk insan manusia warga setempat, kita berharap pohon-pohon mangrove ini dapat tumbuh dan terjaga dari alam dan melindungi area sini dari abrasi. Kita lihat alam di sini indah sekali. Saya juga sangat senang bisa berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan dan menjaga ekosistem alam di Sukabumi ini,” tutur Mira.

Kepala Divisi JMK PT PMN Kantor Pusat Mira Damayanti Hardjono melakukan penanaman pohon mangrove secara simbolis

Pemimpin Cabang PT PNM Cabang Sukabumi Mohammad Resya Apriansyah menambahkan, kegiatan penanaman 6.000 pohon mangrove di Geopark Ciletuh merupakan ajuannya ke PNM Kantor Pusat. Sehingga kegiatan di Sukabumi merupakan bagian dari program TJSL pusat total 70.000 pohon mangrove.

“Ada alasan khusus mengapa kami pilih Geopark Ciletuh. Karena konsentrasinya tidak hanya di lingkup nasional, tapi sudah dunia. Apalagi sudah disertifikasi Unesco,” kata Resya.

Lebih lanjut, ada alasan lain yang mendasari kegiatan penanaman mangrove di Geopark Ciletuh. Bahwa PNM telah mencatatkan rekor sebagai lembaga keuangan terbesar sedunia. Hal tersebut memiliki korelasi Geopark Ciletuh yang kini juga bertaraf dunia.

“PNM pun punya keinginan yang sama kita harus dikenal oleh masyarakat dunia,” ungkapnya.

Resya juga menjelaskan, PNM adalah sebuah platform yang bergerak di bidang pemberdayaan UMKM masyarakat dengan memberikan permodalan. Selain bertanggung jawab untuk memberikan modal finansial, PNM juga memberikan tanggung jawab secara intelektual. Untuk itu, lanjut Resya, PNM kerap menggelar banyak pelatihan dan pengembangan wawasan serta kapasitas pelaku UMKM yang diinisasi divisi pengembangan kapasitas usaha.

“Itu yang secara berkesinambangunan kami lakukan. Contohnya kami melakukan pelatihan penjualan melalui sarana online. Banyak nasabah yang bergerak di bidang UMKM belum tahu bagaimana melakukan penjualan lewat e-commerce. Kita dorong. Dari sisi kemampuan meningkat, kami juga dukung dari sisi pembiayaan,” beber Resya.

Pemimpin Cabang PT PNM Cabang Sukabumi Mohammad Resya Apriansyah menanam pohon mangrove

“Harapannya, selain usaha mereka terus berkembang, pengetahuan dan wawasan terhadap usaha juga berkembang. Jadi korelasi itu akan meningkatkan nilai dari produk UMKM yang dihasilkan,” lanjutnya memungkas. (cr2/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *