KABUPATEN SUKABUMI

Petani Tomat Merugi

SUKARAJA,RADARSUKABUMI.com – Hujan yang terus mengguyur Sukabumi menyebabkan petani tomat di perkebunan Goalpara, Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja rugi.

Pasalnya, buah tomat yang dihasilkan banyak yang busuk dan tidak bisa dijual ke pasaran.

Petani setempat, Dadang Sukanda (40), warga Kampung Bunisari, Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja mengatakan, buah tomat yang sudah siap dipanen membusuk dan rontok dari pohonnya.

“Tingginya curah hujan akhir-akhir ini mengakibatkan buah tomat kami membusuk.

Kami sudah mencoba berbagai macam obat, tapi tidak membuahkan hasil,” ujar Dadang kepada Radar Sukabumi, kemarin (13/5).

Dari lahan seluas satu hektare, sambung Dadang, ia menanam tomat sebanyak 18.000 pohon.

Namun akibat curah hujan, tanaman tomat tersebut hanya menghasilkan sekitar 15 ton.

“Kalau cuaca sedang bagus, dari lahan seluas 1 hektare ini kami bisa panen dengan hasil sekitar 30 ton.

Namun karena sekarang cuacanya tidak bersahabat, hasil panen pun menurun,” paparnya.

Hal senada juga disampaikan Wahyudin (43), petani asal Kampung Bunisari, Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja.

Menurutnya saat ini harga tomat di pasar tradisional mengalami kenaikan, dari harga Rp 8 ribu naik menjadi Rp10 ribu perkilogram.

“Kenaikan harga tomat ini akibat minimnya pasokan.

Terlebih lagi, banyak petani yang mengalami gagal panen karena buah tomatnya membusuk,” katanya.

Cuaca ekstrim saat ini, kata Wahyu, mempengaruhi hasil panen para petani.

Meskipun telah berupaya maksimal dengan memelihara dan mengatasi hama penyakit dengan pestisida, namun tanaman tomat tetap saja tidak maksimal hasilnya.

“Dari 2.000 tanaman tomat yang saya tanam, hanya dapat 1,5 kwintal saja, padahal kalau bagus bisa menghasilkan 2 ton dengan 15 kali petik,” ujarnya.

(Den/d)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button