Petaka Tungku, Rumah Warga Nagrak Sukabumi Terbakar

  • Whatsapp
Petugas pemadam kebakaran saat melakukan penanganan di lokasi kejadian kejadian rumah terbakar di Kampung Cikawung RT 03/ 02, Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak. FOTO: IST

NAGRAK, RADARSUKABUMI.com – Rumah milik Dadang, warga Kampung Cikawung RT 03/ 02, Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak,  hanya tersisa abu setelah api yang diduga bersumber dari tungku membakar rumahnya.

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, peristiwa kebakaran itu terjadi pada Senin (15/2/2021), sekitar pukul 10:00 WIB. Saat kejadian, pemilik rumah tengah berada diluar, sumber api diduga bersumber dari tungku yang masih menyala.

Bacaan Lainnya

Koordinator Pusdalops BPBP Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengungkapkan, hasil pengecekan terhadap peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah milik warga Kampung Cikawung RT 03/ 02, Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak tersebut diakibatkan oleh tunggu api yang masih menyala di rumah tersebut.

“Ya, kejadiannya sekitar pukul 10:00 WIB, petugas telah melakukan assessment di lapangan, hasil pemeriksaan sementara, kebakaran diakibatkan oleh api yang bersumber dari tungku yang ditinggal penghuninya,” jelasnya, Senin (15/2/2021).

Akibat peristiwa kebakaran tersebut, rumah yang dihuni oleh tiga jiwa itu mengalami kerusakan berat hingga 80 persen. Pemadaman api mengerahkan tiga armada pemadam kebakaran dari Pos Damkar Cibadak dan Pos Damkar Cisaat.

“Rusak berat, hampir 80 persen bangunan terbakar karena material rumah banyak dari kayu dan bambu sehingga api mudah merembet. Pemandaman dilakukan oleh tiga unit armada pemadam dan dibantu oleh warga sekitar,” sebutnya.

Kendati tidak ada korban jiwa, namun pemilik rumah Dadang mengalami luka ringan karena tertimpa reruntuhan genteng. Adapun kerugian ditaksir mencapi Rp 130 juta rupiah karena seluruh isi rumah hangus terbakar oleh amukan sijago merah.

“Sesuai laporan tidak ada korban jiwa, tapi pemilik rumah luka ringan karena tertimpa reruntuhan genteng. Taksiran kerugian cukup besar, mencapai Rp 130 juta,” terangnya.

Daeng menghimbau agar masyarakat dapat waspada dan berhati-hati. Terutama, saat meninggalkan rumah harus memastikan seluruh peralatan yang berhubungan dengan listrik dan api harus terkontrol dengan baik.

“Tentunya himbauan kami, warga harus berhati-hati dan waspada. Jika ada kejadian agar segera melaporkan sehingga penanganan bisa cepat dilakukan,” pungkasnya. (upi/rs)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *