KABUPATEN SUKABUMI

Penggalian Draenase Dikomplain Pengendara

×

Penggalian Draenase Dikomplain Pengendara

Sebarkan artikel ini

CIBADAK— Penggalian draenase di Jalan Suryakencana, Kecamatan Cibadak, mendapatkan sorotan dari pengendara, pasalnya sejak pengalian tersebut dilakukan membuat arus lalu lintas macet. Sebab, material pembokaran trotoar mempersempit ruas jalan. Tak ayal, jika kondisi ini menjadi salah satu pemicu menumpuknya kendaraan hingga kemacetanpun tidak bisa terelakan.

“Sebelum pembongkaran trotoar untuk pejalan kaki, terlebih dahulu melakukan sosialisai dengan Muspika Kecamatan Cibadak serta mendapatkan kesepakatan agar puing-puing material setelah dibongkar harus segera diangkut,” kata Kasitrantib Kecamatan Cibadak, Deni Koes kepada Radar Sukabumi, Senin (13/8).

Bank bjb Tandamata

Namun lanjut Deni, faktanya dilapangan puing penggalian tersebut tidak secepatnya dibersihkan sehingga berdampak terhadap kemacetan. Mengingat hal itu, pihak kecamatan langsung melayangkan surat teguran kepada pekerja. “Sebagaimana yang dikatakan Pak Camat bahwa puing-puing itu harus segera diangkut, dan kita sudah melakukan surat teguran,” bebernya.

Menurutnya, setelah dilayangkannya surat teguran itu pihak pekerja sudah mulai melakukan pengangkutan. Hal itu, dilakukan agar meminimalisir terjadinya kemacetan di jalan tersebut. Karena, arus lalulintas di jalan ini sangat padat.

Terlebih, jika ada penumpukan puing seperti itu tentunya akan menambah kemacetan. “Pelaksana pembongkaran trotoar saat ini mencicil untuk mengangkutnya sedikit-sedikit. Awalnya, masih menggunung, sekarang sudah mulai berkurang,” paparnya.

Sementara itu, salah seorang pengendara Rudi (30) mengeluhkan kondisi tersebut. Karena, dengan adanya penumpukan puing penggalian tersebut mempersempit badan jalan sehingga bisa menimbulkan kemacetan. “Apalagi di jalan ini salah satu titik rawan macet. Kalau, ditambah ada banyak tumpukan seperti ini tentunya akan menambah kemacetan panjang,” ujarnya.

Ia berharap, pemerintah dapat segera turun tangan untuk membenahi penggalian tersebut. Sehingga, tidak menggangu pengendara. “Pemerintah harus segera menegur pegawainya agar segera merapihkan pekerjaan penggalian tersebut,” tutupnya.

 

(cr13/d)