Ribuan Petani di Tegalbuleud Sukabumi Dapatkan Kartu Tani Indonesia

  • Whatsapp
BPP Kecamatan Tegalbuleud
PENDATAAN : Para petani di wilayah Kecamatan Tegalbulued saat didata petugas BPP Kecamatan Tegalbuleud,untuk mendapatkan KTI.

SUKABUMI – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, membagikan ribuan Kartu Tani Indonesia (KTI) kepada para petani di wilayah Kecamatan Tegalbuleud.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Tegalbuleud, Dedi Rukmana kepada Radar Sukabumi mengatakan, sedikitnya 2000 warga di wilayah Kecamatan Tegalbuleud yang telah mendapatkan kartu tani ini.

Bacaan Lainnya

“2000 ribu petani yang telah mendapatkan kartu tani ini, telah tersebar di delapan desa yang ada di wilayah Kecamatan Tegalbuleud. Yakni, Desa Tegalbuleud, Desa Buni Asih, Desa Sumberjaya, Desa Nangela, Desa Calingcing, Desa Tambah, Desa Bangbayang dan Desa Sirnamekar,” kata Dedi kepada Radar Sukabumi pada Kamis (01/07).

Menurutnya, salah satu upaya Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mensejahterakan petani adalah dengan penyaluran pupuk bersubsidi.

Namun, pupuk bersubsidi ini tidak diserahkan kepada petani begitu saja. Karena ada beberapa persyaratan yang harus dimiliki petani, salah satunya mempunyai Kartu Tani Indonesia.

“Untuk itu, saat ini Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi melalaui Badan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Tegalbuleud telah membagikan kartu tani sebanyak ribuan Kartu Tani Indonesia,” ujarnya.

Ribuan kartu tani ini, sambung Dedi, telah dibagikan kepada para petani di wilayah Kecamatan Tegalbuleud bersama Bank Mandiri Cabang Tegalbuleud. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, dalam proses pendistribusian kartu tani tersebut, juga telah menerapkan protokol kesehatan.Secara ketak. Salah satunya memakai masker dan mencuci tangan menggunakan sabun pada air yang mengalir atau handsanitizer.

“Kalau pembagian sekarang itu, masuk paga gelombang ke dua,” paparnya.

Pihaknya menambahkan, Kartu Tani Indonesia ini berfungsi bukan hanya untuk pupuk saja. Namun juga merupakan inisiasi dalam intervensi dan cara pemerintah dalam menyaluran dukungan untuk peningkatan produktivitas dan pemanfaatan pertama adalah pupuk subsidi.

“Selain itu, didalamnya juga ada terkait pendataan jumlah petani, berapa luas lahan, sawah, dan lainnya. Untuk dukungan lain, kita tahu kemana menyaluran dukungan itu, sebab itu terjawab dengan Kartu Tani Indonesia yang dibagikan ini,” pungkasnya. (den/Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *