“Iya, bahwasannya, DT Peduli berikhtiar membantu masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi untuk bisa mengajukan dan menghadirkan Kampung Haji BPKH di Sukabumi,’ jelasnya.
Pada pertemuan tersebut, ia telah menyampaikan sudah sejauh mana progres rencana pembangunan Huntap bagi para penyintas bencana pergerakan tanah di wilayah Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.
“Alhamdulillah proposal karena memang penyusunannya tidak boleh sembarangan. Karena, BPKH ini merupakan sebuah lembaga pemerintahan yang dibelakangnya di audit oleh BPK dan yang lainnya. ,” bebernya.
Menurutnya, proposal untuk rencana pembangunan Huntap ini, sudah masuk dan saat ini tengah memasuki dalam proses administrasi kajian dari BPKH.
“Mohon doanya dari semuanya, kalau tidak ada halangan semoga bisa teralisasi pelaksanaan program Kampung Haji BPKH ini, Insya Allah pada Juli atau Agustus tahun ini,” timpalnya.
Masih ditempat yang sama, Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan Saputra mengatakan, saat ini ia melakukan komunikasi dengan pihak DT Peduli dan BPKH, terkait dengan rencana pembangunan Huntap bagi penyintas bencana pergerakan tanah.
“Sebenarnya, pertemuan ini merupakan kali kedua. Pertama karena di Kampung Gunungbatu itu, sudah dibentuk forum komunikasi Huntara, ini dapat mempermudah langkah kita, terutama langkah komunikasi untuk meminta bantuan kepada pemerintah pusat atau lembaga lainnya,” jelasnya.
“Bencana alam itu, kejadiannya tahun 2019 lalu, dengan jumlah rumah terdampak berdasarkan SK itu, ada 129 unit rumah. Iya, kasihan mereka belum memiliki Huntap. Minta doanya saja yah, semoga upaya kita bisa membuahkan hasil yang maksimal,” pungkasnya. (den/d)






