Melihat Strategi Urai Kemacetan Dimusim Haji Kendaraan Disatu Arahkan, Petugas Lapangan Disiagakan

SATU ARAH: Anggota Satlantas Polres Sukabumi turut serta mengatur arus lalu lintas saat pemberangkatan musim haji.

RADARSUKABUMI.com – Kemacetan menuju Gedung Pusbangdai, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar sudah menjadi pemandangan hal yang biasa bila masuk bulan haji. Itu karena membludaknya masyarakat yang mengantar calon jamaah haji. Petugas gabungan pun nampak kewalahan mengatur arus lalu lintas. Bagaimana strategi Panitia Pelaksana Ibadah Haji Daerah dan Dihsub Kabupaten Sukabumi dalam mengatasi macet musiman ini?

KABUPATEN Sukabumi merupakan Kabupaten terluas kedua se-Jawa dan Bali. Jumlah penduduknya pun tak kurang dari 2,5 juta jiwa. Dari jumlah tersebut setiap tahunnya, ratusan bahkan ribuan warga Kabupaten Sukabumi berangkat ke tanah suci. Ya, ini karena mereka tak ingin kalah dengan warga dari daerah lain dalam hal berburu pahala, menunaikan rukun islam yang kelima. Berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji.

Kedua kalinya, bangunan yang berdiri kokoh di kompleks Pusat Pengembangan Dakwah Islam (Pusbangdai), Desa Sukamulya Kecamatan Cikembar menjadi saksi keberangkatan para calon tamu Allah SWT tahun ini. Mereka tiba dengan diiringi anggota keluarga dan tetangganya. Selain menggunakan mobil pribadi, mobil bak terbuka dan bus pun terlihat mengiringi para calon jamaah. Ya, hal itu mereka lakukan demi bisa mengantar keluarganya berangkat ke tanah suci.

Membludaknya pengantar calon jamaah haji ini, membuat petugas gabungan dari aparat kepolisian, Dishub Kabupaten Sukabumi dan Satpol PP kerja ekstra melakukan rekayasa lalu lintas. Itu supaya arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat lainnya tidak terganggu. Kendati sudah optimal, namun tetap saja kepadatan kendaraan tak bisa dihindarkan. “Ini kedua kalinya pemberangkatan haji di Pusbangdai pada tahun ini. Hari ini, Kloter 39 dengan jumlah 404 yang berangkat,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kabupaten Sukabumi, Ramlan Rustandi kepada Radar Sukabumi.

Pria berbadan gimpal itu menjelaskan, animo masyarakat yang ingin mengantar sanak keluarganya berangkat haji sungguh sangat luar biasa. Dampaknya tentu pada arus lalu lintas. Namun, ia meyakini kepadatan arus lalu lintas tahun ini tidak parah dibanding dengan tahun sebelumnya. “Insyallah berkat kerjasama dengan semua pihak, kepadatan arus lalu lintas tidak separah tahun sebelumnya,” jelasnya.

Berdasarkan data dari panitia pelaksana ibadah haji (PPIH) Kabupaten Sukabumi, pada tahun ini jumlah Calon Jamaah Haji sebanyak 1.582 orang. Jumlah itu dibagi ke dalam empat kelompok terbang (Kloter). Bisa dibayangkan, jika satu jamaah haji diantar oleh 50 orang, maka kompleks Pusbangdai dan arus lalu lintas akan disesaki oleh 79.100 pengantar jamaah. “Surat himbauan sudah kami sampaikan kepada masing-masing KBIH, supaya jangan terlalu banyak yang mengantar. Tapi karena animo yang tinggi, kami tidak bisa melarang mereka. Kami mengerti akan kondisi ini,” pungkasnya.

Lalu bagaimana dengan rekayasa lalu lintas yang diterapkan? Kadishub Kabupaten Sukabumi, Lukman Sudrajat mengatakan, supaya tidak terjadi kemacetan arus lalu lintas, maka akses masuk kompleks Pusbangdai dari arah Cikembang ditutup untuk semua kendaraan. Semua kendaraan yang masuk ini dipusatkan melalui jalan dari arah Cicatih, 100 meter dari SPBU Cikembang. “Sistemnya satu arah. Jadi kendaraan tidak boleh masuk dari arah Cikembang ke kompleks Pusbangdai, harus dari Cicatih. Nanti yang dari Cikembang, itu digunakan untuk ke luar kendaraan,” jelasnya.

Dengan diterapkannya sistem satu arah tersebut, Lukman mengku kemacetan arus lalu lintas tidak terjadi begitu lama. Ia menyatakan, meskipun ratusan kendaraan yang masuk, yang terjadi hanya terjadi kepadatan kendaraan saja. “Karena lahan parkir di Pusbangdai cukup luas dan sistem yang digunakan satu arah, Alhamdulillah tidak terjadi kemacetan yang parah. Hanya kepadatan saja, tapi itu juga lancar,” singkatnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.