Sementara itu, Nani Nafisah menegaskan bahwa Diarpus akan terus mendukung gerakan literasi berbasis komunitas. “TBM adalah ujung tombak literasi. Peningkatan kapasitas pengelola TBM menjadi prioritas kami,” jelasnya.
Diarpus berharap kolaborasi dengan komunitas seperti TBM Macatongsir mampu menumbuhkan semangat membaca hingga ke pelosok desa, termasuk melalui literasi digital, finansial, dan budaya.
Workshop ini menegaskan bahwa literasi bukan sekadar membaca buku, tetapi membangun kesadaran, kreativitas, dan partisipasi sosial. Dengan dukungan pemerintah dan komunitas, Sukabumi menapaki babak baru menuju masyarakat yang cerdas, berdaya, dan peduli.(den/d)






