Linmas Dibekali Ilmu Trauma Healing

  • Whatsapp
Linmas saat mengikuti salah satu kegiatan bimtek trauma healing di Kantor Satpol PP Kabupaten Sukabumi.

PALABUHANRATU – Puluhan anggota Linmas di Kabupaten Sukabumi mengikuti bimbingan teknis trauma healing di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi, Jalan Raya Pasanggrahan, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Rabu (25/9). Pelatihan ini untuk mempersiapkan anggota Linmas dalam penanganan dampak psikologis bencana.

Kepala Seksi Pemberdayaan Satuan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Okih Pazri Assidiq mengatakan, bimtek dilakukan sesuai dengan peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 84 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Pelatihan ini untuk pemulihan sosial psikologis yang ditujukan membantu masyarakat terdampak bencana. Sebab itu, kami latih puluhan Linmas agar bisa memiliki kemampuan trauma healing,” jelas Okih kepada Radar Sukabumi, Rabu (25/9).

Setelah mengikuti Bimtek, sambung Okih, mereka langsung mempraktikan ilmu yang didapatnya untuk melakukan trauma healing terhadap korban terdampak psikologis bencana alam. Ini dimaksdukan, untuk memulihkan kembali kehidupan sosial dan kondisi psikologis korban pada keadaan normal seperti kondisi sebelum bencana.

“Semoga dengan bimtek ini, anggota Linmas selain memiliki kemampuan untuk mengamankan ketertiban di tengah-tengah masyarakat, juga memiliki jiwa yang kuat. Sehingga, mereka dapat siaga ketika di wilayahnya terjadi bencana alam,” paparnya.

Pelatihan trauma healing ini, sangat penting dilakukan agar meningkatkan pemahaman, peran dan fungsi Linmas. Terlebih lagi, dalam melaksanakan tugas, pokok dan fungsinya, Linmas merupakan garda terdepan yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

“Keberadaan Linmas sangat penting dalam membantu program pemerintah. Salah satunya, ketika terjadi bencana alam, mereka selalu terjun ke lapangan membantu dan mengevakuasi korban bencana. Kami harap dengan pelatihan ini, mereka dapat membantu mengurangi resiko korban bencana secara psikologis dan mampu memotivasi para korban,” pungkasnya. (Den/d)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *