Kementrian ESDM Akan Bangun Energi Panas Bumi di Sukarame Sukabumi, Ini Potensi Listrik Yang Bisa dihasilkan

Kementrian ESDM
Kementrian ESDM lakukan sosialisasi pengembangan panas Bumi yang berada di daerah Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI – Kementrian ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) republik Indonesia lakukan sosialisasi pengembangan panas Bumi yang berada di daerah Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi di Aula Grand Inna Samudera Beach Hotel, kecamatan Cikakak. Kamis, (24/8).

Sosialisasi yang dilaksanakan dihadiri sejumlah pejabat jajaran forkompimda Kabupaten Sukabumi, forkompimcam Cikakak dan Cisolok, pemerintahan desa, masyarakat, serta unsur terkait lainnya yang masuk dalam wilayah pengembangan panas Bumi Sukarame – Cisolok.

Bacaan Lainnya

Direktur Panas Bumi, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Harris mengatakan sebelumnya jajarannya telah melakukan program governmen drilling sebagai tindakan sementara yang nantinya hasil dari program tersebut akan ditawarkan ke pihak perusahaan dan saat ini ESDM akan melakukan pelelangan terhadap panas Bumi yang berada di daerah Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok.

“Nah penawarannya inilah yang sekarang ini yang akan dilakukan dari Governmen drilink yang telah dilakukan terhadap potensi yang ada panas bumi untuk meningkatkan kualitas datanya, akurasi datanya, supaya nanti tingkat kepastian bahwa di dalam perut bumi itu ada sumbernya itu sekian misalnya 40 Mega itu semakin yakin, jadi dilakukan pengeboran,” ujar Haris saat diwawancara Radar Sukabumi.

Saat ini menurutnya di Indonesia terdapat 63 lokasi WKP (Wilayah Kerja Panas Bumi) dan yang sudah berproduksi ada 16 WKP, sisanya masih sedang proses eksploitasi, eksplorasi, bahkan masih ada WKP yang terbuka belum dilelang.
“Nah rencananya tahun ini ada 2 WKP yang akan dilelang salah satunya dan di Cisolok, yang kedua di Sulawesi Tengah,” jelasnya.

Masih kata Haris, adapun nantinya yang melakukan pelelangan yakni pemerintah melalui kementrian ESDM yang dimungkinkan dilakukan September 2023 ini, dengan waktu 3 sampai 4 bulan kedepan untuk sampai ke penetapan pemenang dari proses tersebut.

“Kemudian nanti prosesnya pemberian izin panas bumi namanya IPB, kita nanti akan buka semuanya karena ini pelelangan terbuka, jadi siapapun boleh masuk di sana, badan usaha swasta, badan usaha BUMN yang memenuhi persyaratan itu termasuk dari luar negeri tapi harus berkonsorsium dulu,” terangnya.

“Nah diharapkan nanti yang berikut ini, jika ini sudah clear nanti pemilik izin panas buminya, siapapun nanti pemenangnya akan bertanggung jawab untuk melakukan eksplorasi lanjutan eksploitasi konstruksi sampai kepada nanti pembangkitnya itu sudah terbangun, jual listriknya ke PLN dan dijaga bersama,” imbuhnya.

Lanjut Haris, berdasarkan data sebelumnya potensi yang dimiliki panas bumi yang berada di Sukarame Cisolok kedalaman 1.000 meter pengeboran datanya sudah terlihat meskipun saat itu belum maksimal, sehingga pengembang yang menang lelang nantinya akan melakukan pengeboran lanjutan dengan drilling sumur yang lebih besar dan dengan kedalaman yang lebih dalam.

“Potensi rillnya sekarang yang bisa dihasilkan panas bumi sekitar 45 Megawatt, itu bisa saja bertambah, terlebih teknologi yang ada saat inu memungkinkan untuk bisa memproduksi listrik lebih besar lagi,” bebernya

“Karena tidak hanya steam atau uapnya saja yang dipakai, sumber air panas yang ada pun juga bisa dikonversi menjadi listrik dan itu bisa menghasilkan listrik yang lebih besar lagi jumlahnya mungkin bisa saja lebih dari 45 Megawatt bisa sampai 60 Megawatt,” sambungnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *