SUKABUMI — Pimpin rapat dinas bulan Maret 2025, Bupati Sukabumi Asep Japar meminta penanganan bencana, penanganan kemacetan dan pengawasan bahan pokok dan penting di pasar menjelang hari raya idul fitri 1446 H/ 2025 M jadi perhatian.
Hal itu, dibeberkan Bupati Sukabumi Asep Japar dihadapan para pegawai ataupun perangkat daerah, camat se kabupaten dan elemen terkait yang hadir dalam rapat dinas yang digelar di aula rapat gedung sekretariat daerah jalan Siliwangi no 10 Palabuhanratu. Senin (17/3/2025).
Dengan didampingi Wakil Bupati Andreas dan Sekretaris Daerah Ade Suryaman, Bupati Asep Japar mengatakan, rapat dinas kali ini menjadi ajang evaluasi atas kinerja seluruh instansi salah satunya Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) yang telah melakukan upaya penanganan terhadap kondisi saat ini pasca bencana alam yang terjadi Senin (17/3/2025).
“Untuk itu saya mengapresiasi atas kinerja seluruh perangkat dan instansi terkait yang telah bekerja keras dalam penanganan bencana di wilayah Sukabumi, termasuk BPBD,” ujarnya.
Juga kata Bupati Asep Japar, menyoroti apresiasi atas upaya Dinas Perhubungan yang selama ini telah berusaha mengatasi kemacetan, terlebih saat ini menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H terutama di kawasan wisata atau Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGp).
“Mudah-mudahan menjelang Hari Raya, kita bisa mengurai kemacetan, terutama di tempat-tempat wisata yang menjadi favorit masyarakat,” jelasnya.
Tidak hanya itu, Bupati Asep Japar juga meminta para perangkat dari Disdagin dapat melakukan tugasnya dengan baik khususnya dalam pengawasan ketersediaan dan harga bahan pokok di pasaran menjelang perayaan hari raya Idul Fitri 1446 H yang tinggal beberapa pekan lagi. Bahkan Asep Japar merencanakan dalam waktu dekat, pemerintah daerah akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar guna memastikan stabilitas harga agar tidak membebankan masyarakat.
“Minyak goreng menjadi perhatian kita bersama, terutama terkait potensi kecurangan takaran. Jika diperlukan, kita akan melibatkan pihak kepolisian untuk menindak tegas pelanggaran ini,” terangnya.






