“Warna dan bentuk dapat berbicara tanpa kata. Kami ingin karya para peserta tidak hanya memanjakan mata, tapi juga menyentuh hati dan menginspirasi,” ujar Eki, Senin (11/8).
Kini, siapa pun yang melintas di depan kantor DP3A akan disambut oleh deretan mural yang estetis sekaligus penuh makna. Dinding kantor tak lagi sekadar pembatas ruang birokrasi, melainkan telah berubah menjadi galeri terbuka—panggung ekspresi anak-anak Sukabumi untuk menyuarakan kepedulian, harapan, dan cita-cita mereka.
Melalui seni, pesan sosial disampaikan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Dan di tangan anak-anak, pesan itu menjadi lebih jujur, lebih tulus, dan lebih menggugah.(*)




