KABUPATEN SUKABUMI

Kades Bantarsari Sukabumi Usulkan 3 Hekatare Lahan untuk Relokasi Warga Terdampak Bencana Retakan Tanah

×

Kades Bantarsari Sukabumi Usulkan 3 Hekatare Lahan untuk Relokasi Warga Terdampak Bencana Retakan Tanah

Sebarkan artikel ini
pergerakan tanah Bantarsari Sukabumi

Pemerintah Desa Bantarsari berharap agar proses kajian oleh tim geologi dan PVMBG segera dilakukan agar warga dapat segera dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Selain itu, pemerintah desa juga berharap agar pihak Perhutani dapat memberikan dukungan penuh dalam proses relokasi ini.

Hal ini, mesti dilakukan agar warga terdampak bisa segera memiliki hunian tetap yang aman dan layak huni.

Bank bjb Tandamata

“Saat ini, kami sedang menunggu langkah konkret dari pemerintah dan pihak terkait agar masalah ini bisa segera diselesaikan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Perhutani yang telah bersedia membantu, semoga langkah ini bisa membawa solusi bagi warga yang terdampak,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Koordinator Posko Bencana Kampung Simpang, Desa Bantarsari, Kecamatan Pabuaran, Yadi (39) kepada Radar Sukabumi mengatakan, ratusan warga terdampak bencana retakan tanah yang menerjang wilayah Kampung Simpang, Desa Pabuaran ini, telah merusak puluhan rumah warga.

“Iya, dampaknya sekitar 195 warga dari jumlah 53 Kepala Keluarga (KK), harus rela tinggal di Posko Pengungsian, tepatnya di Kampung Babakan, RT 18/RW 04, Desa Bantarsari, Kecamatan Pabuaran,” jelas Yadi.

“Udah ada sekitar 2 pekan lebih ratusan warga terdampak bencana alam itu, tinggal di sini. Kalau laki-laki ada yang tidur di masjid dan tenda. Sementara, kalau ibu-ibu mayoritas tinggal di rumah warga, karena jika tinggal di posko pengungsian tidak memungkinkan karena tidak luas bangunannya. Tapi kalau makan semuanya di posko ini,” paparnya.

Untuk itu, ia mewakili ratusan warga terdampak bencana alam tersebut, berharap kepada pemerintah untuk dapat segera memberikan perhatian yang serius, khususnya perihal relokasi untuk hunian sementara atau hunian tetap bagi warga terdampak bencana alam tersebut.

“Iya, kasian warga penyintas itu, tinggal disini berdesakan. Terlebih, banyak para penyintas yang mengalami sakit. Seperti
batuk, pilek, lambung. Kalau awal-awal itu, kebanyakan anak-anak yang terserang sakit demam. Kalau untuk sekarang kebanyakan para lansia,” imbuhnya.

“Kalau untuk penanganan kesehatan, memang sudah ada dan hampir setiap hari suka ada tim nakes ke sini, namun yang menjadi persoalan para penyintas itu, mereka mengharapkan tempat relokasi yang aman dan nyaman,” pungkasnya. (Den)