Jembatan Sawahlega Mulai Rusak

  • Whatsapp
MULAI RUSAK: Jembatan Sawahlega penghubung Desa Tanjungsari Kecamatan Jampangtengah dengan Desa Parakanlima Kecamatan Cikembar kondisinya mulai rusak, kemarin.

JAMPANGTENGAH, RADARSUKABUMI.com – Sejumlah warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, mengeluhkan kondisi jembatan gantung di Kampung Sawahlega karena dirasa membahayakan. Selain konstruksinya yang sudah mulai berkarat, juga papan yang digunakan tidak utuh menutup badan jembatan. Dampaknya, warga pun harus ekstra hati-hati bila melintasi jembatan ini.
Informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, jembatan gantung yang memiliki panjang sekitar 50 meter dan lebar satu meter ini menghubungkan Desa Tanjungsari dengan Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar. Sudah satu bulan lebih, kondisi jembatan yang diresmikan Kapolda Jawa Barat saat itu, Irjen Pol Budi Agung Maryoto dan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami pada 2 Februari 2018 lalu kondisinya sangat mengkhawatirkan. “Sudah satu bulan kondisinya begini. Besi penyangganya sudah berkarat dan papannya pun sudah ada yang bolong. Sekarang yang melintas harus lebih ahti-hati,” keluh salah seorang warga Kampung Cikirai, Aep (40) kepada Radar Sukabumi, kemarin.
Aep mengaku nyaris mengalami kecelakaan ketika melintas di jembatan gantung tersebut dengan mengendarai sepeda motor, gara-gara kayu yang lapuk patah. Untungnya, ban belakang kendaraan tidak terpersok. “Alhamdulillah saya waktu masih diberikan keselamatan. Pokonya yang melintasi jembatan ini harus hati-hati,” akunya.
Hal senada diungkapkan warga lainnya, Usep Saepulrohmat (27). Menurutnya dengan kondisi jembatan gantung saat ini, warga yang melintas harus ekstra hati-hati. “Ngeri banget kalau sampai jatuh ke bawah. Pokonya harus hati-hati,” ucapnya.
Sebab itu, ia dan juga warga lainnya meminta agar pemerintah terkait dapat segera memperbaiki jembatan gantung ini, mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat, jembatan tersebut sering digunakan warga. “Kami harap, pemerintah bisa mengganti papannya dengan plat besi. Sehingga kekuatannya bisa bertahan lama dan tidak khawatir patah,” harapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Tanjungsari, Dilah Hablillah menjelaskan, pembangunan jembatan gantung ini menghabiskan sebesar Rp300 juta dari CSR perusahaan milik negara (BUMN) Pertamina. “Belajar dari pengalaman, kami akan memasukan perbaikan papan jembatan ini dengan menggunakan bordes pada Musrenbangdes nanti. Saat itu juga sempat ditawari menggunakan bordes, tapi saya memilih kayu supaya dalam perbaikannya nanti lebih mudah,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk perbaikan sementara pihaknya akan segera mengganti kayu yang memang kondisinya sudah rusak dengan yang baru. “Kalau memang urgen, kami akan segera memperbaikinya sementara waktu dengan kayu lagi. Kami harap, ada bantuan dari pihak ke tiga untuk mengganti lantai jembatan ini. Kalau menunggu perbaikan dari dana desa masih lama karena baru mau dimasukan,” pungkasnya. (bam/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *