Sekretaris Desa Nagerang, Rahmat Effendi Nasution menjelaskan, jembatan yang menghubungkan belasan kampung di Desa Nangerang, Kecamatan Jampangtengah ini, merupakan satu-satunya akses warga menuju sentral publik. Seperti sekolah, pasar, Puskesmas dan area publik lainnya.
“Jembatan yang memiliki panjang 14 meter dan lebar 2,5 meter ini, terakhir dibangun pada 2007 lalu dengan menggunakan anggaran dari PNPM Mandiri,” jelas Rahmat.
Sementara, Kampung yang sering menggunakan jembatan tersebut, ialah warga Kampung Tipar, Ciawitali, Cirawa, Cigenduk, Cibeletong, Cijambe, Cijiwa, Cilimus, Cisaat, Bobojong, Cisujen, Cigedang dan Kampung Bebecek ini.
Mereka tidak hanya menggunakan jembatan untuk mendistribusikan hasil pertaniaannya saja, tapi juga sebagai akses mendapatkan sembilan bahan pokok (Sembako) untuk kebutuhan sehari-hari.
“Pemerintah desa sudah berupaya maksimal mengajukan permohonan bantuan untuk pembangunan jembatan ini. Namun, sampai saat ini belum mendapatkan respon yang jelas. Sebab itu, warga langsung melakukan swadaya untuk memperbaiki jembatan ini,” pungkasnya. (cr13/d)





