SIMPENAN – Camat Simpenan Kabupaten Sukabumi R. Ade Akhsan Artadiredja pastikan akses ruas jalan Bagbagan – Kiaradua hingg pukul 17.00 Wib bisa dilalui kendaran roda dua maupun roda empat.
Namun begitu, R. Ade Akhsan menghimbau kepada para pengendara atau pengguna jalan yang melintas untuk tetap waspada dan berhati hati pasalnya kondisi jalan selain masih licin sisa material tanah juga rawan terjadi longsor susulan.
“Intinya disampaikan kepada seluruh pengguna jalan yang akan menggunakan ruas jalan Bagbagan kiaradua hari ini bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, namun di beberapa titik masih penyesuaian karena masih ada bekas daripada kerukan tanah,” ungkapnya saat diwawancara Radar Sukabumi. Senin, (9/12/2024).
“Sehingga jalan masih licin, diperlukan untuk pembersihan pembersihan daripada longsor itu sendiri. Tadi pagi sempat terjadi longsoran susulan, dititik atasnya, tapi sudah sterilkan kembali,” imbuhnya.
Ditegaskan R. Ade Akhsan sejauh ini berdasarkan pengecekan dilapangan, dampak cuaca ekstrim yang terjadi sepanjang jalur ruas jalan Bagbagan menuju Kiaradua terdapat 13 titik longsoran tanah yang sempat menimbun jalan.
“Ada 13 titik dari mulai ruas babagan sampai dengan posisi kiara dua, Allhamdulilah pertanggal 7 kemarin itu sudah steril dan di hari minggu kita sudah di bersihkan oleh temen temen dari damkar,” tegasnya.
Sejauh ini, lanjut R. Ade Akhsan alat berat masih terus melakukan steriliasi material karena masih ada potensi longsora, sehingga alat berat masih terus berjaga dan disiagakan oleh unsur unaur terkait termasuk dari kementrian PUPR.
“Karena jalur ini masih ada potensi longsoran maka alat berat itu stanby jadi bisa digunakan, kemarin ada jeda satu hari ada longsoran lanjutan, Alhamdulillah alat berat sudah ada dan kembali dikerjakan,” terangnya.
Sementara kata R. Ade Akshan untuk jalur ruas jalan mulai Loji menuju geopark atau jalur sabuk geopark hingga kini belum bisa di lalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat pasalnya masih terdapat tiga jembatan yang roboh yaitu di jembatan Cisantri, Sangrawayang, dan Cipatitiran.
“Untuk jalur geopark temen teman dari PUPR sedang menyiapkan bahan pembuatan jembatan dan rangka rangka sekarang sudah turun ke lokasi tinggal rangkaian dan tim teknis untuk di tetapkan,” terangnya.
“Karena untuk pembangunan sendiri membutuhkan waktu satu setengah bulan persatu jembatan, akan tetapi kemarin perintah pak PJ Gubernur satu setengah bulan untuk tiga jembatan harus sudah selesai,” tandasnya. (Ndi).






