“Kami selalu menekankan musyawarah sebagai kunci utama. Kolaborasi lintas sektor menjadi cara kami mengantisipasi berbagai hal,” ujar Ade.
Ia menambahkan, pola koordinasi yang terbangun membuat pemerintah lebih cepat merespons isu-isu potensial, sehingga masyarakat merasa dilibatkan dan ikut menjaga kondusifitas daerah.
Indeks kerukunan Kabupaten Sukabumi yang berada di atas rata-rata nasional menjadi bukti bahwa kearifan lokal masih menjadi kekuatan besar dalam membangun kebersamaan. “Ungkapan silih asih, silih asah, silih asuh bukan hanya slogan, melainkan falsafah hidup yang mengakar dalam masyarakat,” pungkasnya.(den/d)




