Hilang Sehari, Wawan Ditemukan Tewas di Sungai

  • Whatsapp

JAMPANGKULON— Nasib nahas menimpa Wawan (49) warga Kampung Cipawarang, Rt (1/6) Desa Nagraksari, Kecamatan Jampangkulon, ditemukan tewas di sungai Pangterian Cikarang, tepatnya di Kampung Parungserab, Rt (55/13) Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kecamatan Ciracap, kemarin (2/11).

Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini, sebelum meninggal Wawan dikabarkan menghilang oleh keluarganya saat hendak berangkat untuk berjualan sayuran di Pasar Tradisional Cinagen, Kecamatan Jampangkulon, kemarin (1/11) dini hari. Bahkan, petugas gabungan bersama warga sekitar, telah melakukan pencarian mengenai keberadaan Wawan yang menghilang misterius tersebut.

Bacaan Lainnya

Ketua Forum Koordinas SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi Okih Pajri, mengatakan, korban yang hilang selama satu hari ini, berhasil ditemukan oleh seorang warga yang tengah mencari ikan di sungai Cikarang, tepatnya dekat Hotel Amanda Ratu sekira pukul 07.00 WIB. “Jasad korban ditemukan karena tubuhnya terjaring oleh seorang pencari ikan di sungai tersebut,” jelas Okih kepada koran ini, kemarin (2/11).

Berdasarkan laporan petugas dilapangan, korban ditemukan oleh seorang pencari ikan dalam posisi tubuh berdiri dan mengambang di dalam air. “Jenazah korban ditemukan sekitar 3 meter dari daratan pinggir sungai Cikarang. Dugaan sementara, dirinya tewas karena tenggelam di sungai. Terlebih lagi, penyakit korban yang sering menderita linglung sudah ada satu pekan terkahir ini, kambuh,” paparnya.

Sementara itu, Kapolsek Jampangkulon, AKP Dede Majmudin mengatakan, jenazah korban berhasil ditemukan sekitar 1,5 km dari lokasi penemuan sepeda motor korban. “Jenazah korban sudah dimakamkan sekitar pukul 14.00 WIB di TPU Cigorogol, Desa Ciparay, Kecamatan Jampangkulon,” katanya.

Sebelum dikebumikan oleh keluarganya, ujar Dede, pihak kepolisian sempat mempertanyakan kepada keluarganya soal jenazah korban untuk dilakukan outopsi. “Hal ini, dilakukan untuk memastikan kematian korban. Namun, mereka menolak dilakukan outopsi terhadap jenazah dan menganggap peristiwa ini sebagai musibah,” pungkasnya.

 

(den/d)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *