Harga BBM Solar Naik, Tangkapan Nelayan Palabuhanratu Sukabumi Turun

Perahu nelayan yang sandar di dermaga Palabuhanratu,
TIDAK MELAUT: Perahu nelayan yang sandar di dermaga Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi tampak tidak melaut imbas kenaikan harga BBM jenis solar, Senin (5/9). FOTO: NANDI/RADAR SUKABUMI

SUKABUMI, RADAR SUKABUMI – Dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar oleh pemerintah pusat, membuat nelayan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mengeluh.

Saat diwawancarai Radar Sukabumi, sejumlah nelayan menyampaikan dampak kenaikan BBM sangat menyulitkan mereka untuk melaut. Sebab untuk melakukan pengadaan bahan bakar untuk perahu lantas berkurang. Lantas hal itu akan berpengaruh terhadap jarak tempuh saat melaut.

“Harga solar naik dari harga Rp5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. Kami kerepotan dengan naiknya harga BBM. Modal untuk membeli BBM menjadi bertambah, sedangkan penghasilan menjadi berkurang karena harga ikan tidak mengalami kenaikan,” ungkap Jepri (41) salah seorang nelayan Palabuhanratu.

Dia menjelaskan, dengan naiknya harga solar, maka berpengaruh pada biaya operasional untuk melaut. Sedangkan selama ini nelayan memiliki standar harga dan ukuran liter solar agar dapat menempuh jarak laut yang ideal. Maka pengaruhnya pada hasil laut yang berkurang karena tidak bisa menangkap ikan di tempat biasa yang potensial.

“Sangat kesulitan BBM naik bagi nelayan, harga ikan seperti biasa, biasa 2-3 jerigen bawa Solar untuk melaut, sekarang kan posisinya jadi berkurang,” ujarnya.

Kendati demikian, Jepri mengaku masih berharap harga BBM kembali turun atapun normal. Menurutnya, jika pemerintah harus menaikan harga namun sebaiknya tidak terlalu signifikan.

“Ya kami ingin kembali stabil harga BBM seperti biasa, naik sih naik, cuman jangan terlalu tinggi, ini berpengruh ke pendapatan,” pintanya.

Ditambahkan nelayan lain, Amir (40) sebagai seorang nelayan yang sudah 10 tahun menjalani profesi nelayan. Dengan naiknya harga BBM jenis solar, sangat berdampak terhadap pendapatan. Amir pun berharap harga BBM kembali turun.

“Ya kita sebagai nelayan mengalami kerugian pasti, soalnya harga ikan masih segitu-gitu aja, tapi harga bahan bakarnya untuk melaut, modal istilahnya, itu sudah mahal, mohon kepada pemerintah perhatikan kami,” singkatnya. (Cr2/d)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.