Selain itu, Dadeng mempertanyakan kebijakan manajemen yang memangkas karyawan tetap namun tetap mempertahankan tenaga outsourcing. “Kalau alasannya efisiensi, kenapa karyawan tetap yang dikurangi, sementara outsourcing tetap dipakai. Ini tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya,” tegasnya.
Aksi buruh ini menambah daftar panjang penolakan terhadap kebijakan PHK massal di Sukabumi, sekaligus menegaskan tuntutan agar perusahaan lebih transparan dan adil dalam mengambil keputusan yang menyangkut nasib pekerja.(den/d)




