KABUPATEN SUKABUMI

Erwan Setiawan Sesalkan Masjid Al-Jabbar Cikembar Sukabumi Dibiarkan Terlantar

×

Erwan Setiawan Sesalkan Masjid Al-Jabbar Cikembar Sukabumi Dibiarkan Terlantar

Sebarkan artikel ini
Masjid Al Jabbar Cikembar Sukabumi
Bakal Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan saat komunikasi dengan marbot Masjid Al-Jabbar Cikembar

Sementara itu, seorang marbot Masjid Al-Jabbar Cikembar, Asep Ahmad Riyadi (54) kepada Radar Sukabumi mengatakan, pihaknya telah melakukan bersih-bersih di Masjid Al-Jabbar sudah berlangsung sekitar empat bulan terakhir.

“Saat saya datang ke sini, kondisi masjid ini tidak terawat. Selain banyak rumput ilalalang, dan sangat kotor, juga banyak ditemukan sejumlah botol bekas minuman keras di teras masjid,” kata Asep.

Bank bjb Tandamata

Asep telah termotivasi untuk menjadi marbot di Masjid Al-Jabbar, lantaran kondisi masjidnya terbengkalai. Meski ia tidak mendapatkan honor atau bayaran apapun untuk merawat atau bersih-bersih masjid. Namun, tidak menyurutkan dirinya untuk mengabdikan hidupnya sebagai marbot masjid.

“Saya bersihkan ini, semua masjid sampai halaman itu sendiri, walaupun saya gak digaji sama sekali, namun karena ini masjid atau rumah Allah, ga papa lah saya ridho dan ikhlas, mungkin saya nanti digajinya double sama Allah gitu dunia akhirat,” imbuhnya.

Untuk melakukan bersih-bersih masjid, Asep mengaku, kerap sekali menggunakan uang pribadinya membeli sabun lantai dan perlengkapan alat untuk memotong rumput yang tumbuh di kawasan halaman masjid.

“Suka ngeluarin uang pribadi untuk operasional. Untuk ngepel beli pewangi sendiri untuk bersih-bersih saya beli sapu sendiri untuk buang-buang rumput saya beli parang sendiri,” imbuhnya.

Sebelum menjadi marbot Masjid Al-Jabbar, Asep dulunya berprofesi sebagai sopir bus. Namun, semenjak ia menjadi marbot, Asep telah mengabdikan sepenuhnya sebagai petugas kebersihan di masjid tersebut.

“Saya tidur disini setiap malamnya. Itu di lantai bawah ada gudang, ya saya tidur di sana saja. Kalau malam, gelap karena tidak ada penerangan atau listrik pada tokennya tidak ada yang ngisi,” imbuhnya.

Semenjak ia menjadi marbot masjid, keberadaan Masjid Al-Jabbar terlihat sepi dan tidak ada mayarakat maupun pengguna lalu lintas yang mampir untuk melaksanakan sholat lima waktu.

“Iya, bisa dibilang tidak ada yang solat disini. Jangankan solah Jumat berjamaah, salah lima waktu saja tidak ada. Jadi, gak ada kegiatan sama sekali di masjid ini, cuma ada pengajian ibu-ibu aja itu hari Kamis dan hari Sabtunya bapak-bapak sore,” pungkasnya. (Den)