Edi menambahkan, pemeliharaan ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga bagian dari pelayanan publik yang mendukung mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, dan roda perekonomian lokal. “Jembatan bukan sekadar bangunan fisik, tapi jalur penting yang menopang aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Langkah pemeliharaan ini disambut positif oleh warga sekitar. Salah satunya Ujang (45), warga Desa Kubang, yang rutin melintasi jalur tersebut untuk beraktivitas. Ia mengaku senang dengan perhatian pemerintah terhadap kondisi jembatan. “Kalau jembatan bersih dan dicat ulang, selain lebih aman juga enak dipandang. Jalur ini penting sekali buat kami yang sering bawa hasil panen ke pasar,” ungkapnya.
Ujang juga merasa lebih tenang dengan adanya perawatan berkala. “Kalau jembatan tidak dirawat, khawatir cepat rusak dan bisa membahayakan orang yang lewat. Dengan diperbaiki begini, kami merasa lebih aman,” tutupnya.(ndi/d)






