SDN Kuta Luhur Sukabumi Ambruk, Badri Mengaku Prihatin

Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Badri Suhendi.
Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Badri Suhendi.

PALABUHANRATU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi yang juga ketua fraksi partai Demokrat Badri Suhendi mengaku prihatin dengan kondisi atap SDN Kuta Luhur, di Kampung Cijangkar, Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara,  ambruk.

Tentunya menurut Badri adanya kejadian tersebut harus menjadi perhatian semua pihak baik pemerintah daerah melalui dinas terkait dan juga DPRD dalam penanganan selanjutnya.

Bacaan Lainnya

“Saya selau ketua fraksi demokrat DPRD kabupaten Sukabumi menyampaikan ke prihatinan yang mendalam atas robohnya bangunan sekolah itu, ini tak terduga musibah ini,” ungkap Badri. Senin, (17/7).

“Sikap pemerintah harus segera mengambil langkah langkah cepat, kita bisa dan mampu menyelamatkan anak anak sekolah yang akan memasuki hari proses belajar mengajar,” imbuhnya.

Upaya perbaikan atau pembangunan kembali atap yang ambruk atau roboh, kata Badri memang tidak gampang untuk dilakukan pelaksanaannya, tetapi memang perlu ada satu terobosan yang baik dari dinas pendidikan untuk mengantisipasi proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik.

“Perlu upaya apakah memang anak anak sekolah ini belajar di sekolah atau kelas yang lain, dirubah dengan sistem sip, atau dititipkan disekolah yang berbeda, atau bisa saja di gedung gedung terdekat yang ada disekitarnya,” jelasnya.

Masih kata Badri, untuk langkah berikutnya yakni proses pembangunan kembali harus dilakukan dengam cepat dan memasukan dalam program anggaran untuk pembangunan SDN yang mengalami kerusakan tersebut dengan berbagai hal salah satunya dengan anggaran anggaran yang bisa diserap secepatnya.

“Ya diantaranya dengan anggaran bencana atau anggaran anggaran yng mungkin bisa segera dilakukan pelaksanaan perbaikannya,” terangnya.

“Tentu dengan kerusakan sekolah ini, ambruk akanmemakan waktu yang panjang untuk melakukan kembali pembangunan atau perbaikan, serta pembenahan secara baik maka diperlukan kesigapan dinas pendidikan termasuk pihak sekolah, dan guru guru semua harus bisa mengambil langkah langkah yang baik bagaimana proses belajar mengajar tidak berhenti dengan persoalan robohnya ruang kelas itu,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, ambruknya atap SDN Kuta Luhur tersebut terjadi Minggu, (9/7) lalu sekitar pukul 15.00 WIB akibat sebelumnya diterjang angin kencang. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. (Ndi).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *