Ditahan Sehari, ASN Diskominfosan Kabupaten Sukabumi Dibebaskan Terkait Kasus SPK Fiktif 

ASN Diskominfosan Sukabumi
BT oknum ASN Diskominfosan Kabupaten Sukabumi bersama beberapa tersangka lainnya, saat digelandang ke Mapolres Sukabumi Kota

SUKABUMI – Plt Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri akhirnya angkat bicara terkait salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial BT yang ditangkap Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sukabumi Kota, karena terlibat tindak pidana penggelapan barang elektronik untuk pengadaan proyek fiktif bersama tujuh pelaku lainnya.

“Terkait pemberitaan di beberapa media terhadap pegawai ASN Diskominfosan Kabupaten Sukabumi, berakhir dengan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3),” kata Herdy kepada Radar Sukabumi pada Minggu (17/12).

Bacaan Lainnya

ASN berinisial BT ini, kata Bima sapaan akrab Herdy Somantri, persoalannya kini sudah dinyatakan Restorative Justice (RJ) atau proses penggunaan pendekatan restoratif dalam penanganan kasus-kasus tindak pidana atau peristiwa yang merugikan.

“Alhamdulillah, saudara BT sudah datang dan melapor pada Jumat (15/12) siang, dan meminta izin untuk melaksanakan tugas kembali dengan membawa Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3),” bebernya.

Saat melakukan komunikasi, ujar Bima, inisial BT ini mengaku kepada dirinya bahwa pihak pelapor sudah mencabut laporan polisinya, dan permasalahan di anggap selesai.

“Penyelesaian sengketa tersebut, difasilitasi pihak Satuan Reserse dan Kriminaln (Satreskrim) Polres Sukabumi Kota dengan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan,” tandasnya.

Bima menambahkan, terkait urusan kepegawaian pada ASN inisial BT, maka surat dari pihak Polres Sukabumi Kota melalui SP2HP dan SP3 telah menjadi dasar rujukan untuk pertimbangan status kepegawaiannya.

“Insya Allah ini sudah selesai, dan ini harus menjadi pelajaran untuk kita semua, dalam melakukan tindakan, apalagi ASN harus memiliki etika dan  integritas yang harus dia pegang. Semoga ini menjadi hikmah bersama sebelum melakukan tindakan” pungkasnya. (Den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *