Digoyang Isu Tsunami Okupansi Hotel Sukabumi Goyah, PHRI : Kami Optimis Naik

Ketua BPC PHRI Kabupaten Sukabumi Yudha Suryadarma
Ketua BPC PHRI Kabupaten Sukabumi Yudha Suryadarma. (FOTO: NANDI/ RADARSUKABUMI)

SUKABUMI — Adanya isu berita disinformasi tentang adanya bahaya tsunami di wilayah Sukabumi membuat sektor perhotelan di lokasi wisata Kabupaten Sukabumi sempat goyang. Namun, belakangan ketua Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kabupaten Sukabumi Yudha Suryadarma optimis libur natal dan tahun baru rate okupansi hotel naik.

“Nataru kunjungan wisatawan optimis naik, karena sudah dibuka exit tol Cibadak di wilayah Parungkuda, besar harapan ini dapat meningkatkan animo masyarakat ke Palabuhanratu tidak usah bermacet macet lagi,” ungkap Yudha kepada Radar Sukabumi. Jumat (23/12) malam.

Dijelaskan Yudha, sebelumnya dalam kurun beberapa tahun hingga beberapa pekan jelang libur Nataru rate okupansi hotel menurun drastis berdasarkan setelah BPC PHRI melakukan survei ke hotel hotel besar yang ada di Kabupaten Sukabumi, selain isu covid 19 juga adanya beredar isu tsunami.

“Saya kemarin sempat melakukan survei khususnya hotel besar, rate okupansi saat ini sedikit menurun menjelang Nataru ini, mengapa karena memang adanya isu tsunami yang masih beredar, dan itu kan isu hoaks sebenarnya, butuh peran serta untuk mengalisis itu, jadi bicara okupansi saat ini kalau dibandingkan dengan nataru tahun tahun sebelumnya jauh turun, karena memang bencana alam juga menjadi infac terhadap okupansi itu sendiri,” jelasnya.

Untuk itu, kata Yudha lagi guna mendongrak pariwisata di Kabupaten Sukabumi sejak jauh jauh hari sudah dan akan terus melaksanakan kolaborasi pentahelik BPC PHRI kabupaten Sukabumi melibatkan beberapa intansi lain mulai dari akademisi, perbankan atau bisnis, komunitas, perhotelan dan juga bidang lainnya.

“Insya allah visi misi BPC PHRI kabupaten Sukabumi kedepan membesarkan organisasi, karena ketika organiasi besar anggota semakin banyak akan membantu mendorong pemerintah daerah menjadi wajib pajak daerah, mudah mudahan bisa disambut pemeritah, karena sekarang jaman kolaborasi, bukan jadi superman tapi supertim, karena kalau tanpa kolaborasi buat apa , bagaimana jugakan program pariwisata harus di dukung semua insan lainnya,” terangnya.

Masih kata Yudha, dari sisi kesiapan hotel dan pengelola objek wisata saat ini yang sudah mulai membaik pasca covid 19 terus melakukan upaya upaya salah satunya menyiapkan sarana penunjang, hal itu juga menjadi keyakinan rate okupansi akan meningkat di Nataru kali ini.

“Kesiapan hotel sendiri ari diskusi dengan rekan rekan, Alhamdulillah tempat tempat pariwisata sudah ditunjang dengan fasilitas yang cukup memadai, meski prokes masih diperlukan, karena himbauan pemerintah masih jalan untuk prokes itu sendiri, mudah mudahan kedepannya aturan atauran yang terkait dengan kebijakan kebijakan covid ini sudah mulai mereda, menjelang nataru ini ternyata timbul lagi seperi ini,” bebernya. (Cr2/d)

Pos terkait