“Untuk asupan makanan dan minuman yang bervitamin serta memiliki gizi, maka masyarakat harus dapat menghidupkan kembali gerakan Pipir Diurus (Pirus). Seperti dengan melakukan penanaman obat tradisional di halaman atau belakang rumah. Obat-obatan tradisional seperti kunyit dapat dimanfaatkan sebagai antibiotik dengan cara dibakar, lalu diminum. Ya khasiatnya sangat bagus untuk daya tahan tubuh,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Al Rasyid mengatakan, intensitas curah hujan saat ini, sangat berpengaruh terhadap penyebaran virus DBD. Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi menghimbau kepada seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) agar mensosialisasikan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaannya melalui pemberdayaan masyarakat.
“Dari 47 kecamatan, terdapat 14 kecamatan yang masuk dalam kategori endemis DBD. Diantaranya, Kecamatan Nagrak, Cisaat, Gunungguruh dan Cibadak. Bahkan, terhitung dari Desember 2018 sampai Februari 2019, terdapat ratusan warga yang terjangkit penyakit DBD,” jelasnya.
(Den/d)






